Jumat, 23 JANUARI 2026 • 17:29 WIB

Kewaspadaan Terhadap Kegemukan: Ancaman Diabetes dan Hipertensi yang Sering Diabaikan

Author

Kewaspadaan Terhadap Kegemukan: Ancaman Diabetes dan Hipertensi yang Sering Diabaikan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya memperhatikan masalah kelebihan berat badan yang sering dianggap remeh oleh masyarakat.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Peringatan tersebut menunjukkan bahwa kelebihan berat badan berisiko tinggi terhadap penyakit serius, termasuk diabetes dan hipertensi.

Pandangan Masyarakat Terhadap Kegemukan

Sebuah anggapan bahwa berat badan berlebih tidak menjadi masalah umum di masyarakat dapat berbahaya. Banyak individu merasa tidak perlu memeriksakan kesehatan mereka, meskipun kelebihan berat badan dapat memicu gangguan metabolik yang serius.

Budi Gunadi Sadikin menegaskan, 'Gemuk itu masalah. Gemuk itu nanti akan menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gula darah.' Peringatan ini mencerminkan kekhawatiran terkait dampak jangka panjang yang sering kali luput dari perhatian.

Penting untuk diingat bahwa kondisi sehat yang dirasakan seseorang belum tentu menjamin bahwa mereka bebas dari risiko kesehatan. Gangguan kadar gula darah bisa berlangsung tanpa gejala hingga munculnya komplikasi yang lebih serius.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Hubungan Antara Kegemukan dan Gula Darah

Secara ilmiah, kelebihan berat badan variabel signifikan yang berkontribusi terhadap gangguan pengaturan gula darah. Obesitas, terutama dengan penumpukan lemak di area perut, dapat menghasilkan zat proinflamasi yang merusak fungsi insulin.

Dalam situasi ini, pengidap sering kali merasa sehat meski kadar gula darah mereka sudah mulai meningkat. Ketika insulin tidak berfungsi optimal, tubuh mencoba untuk memproduksi lebih banyak insulin, yang mengakibatkan kelelahan pada sel-sel penghasil insulin di pankreas.

Akibatnya, individu ini berisiko tinggi untuk menghadapi diabetes tipe 2. Budi Gunadi Sadikin juga menyatakan, 'Ini gula, gula ini mother of all diseases,' menekankan keseriusan dampak dari pengelolaan gula darah yang tidak memadai.

Pentingnya Deteksi Dini dan Upaya Pencegahan

Diabetes sering kali muncul tanpa gejala yang terlihat, membuat deteksi menjadi tantangan. Kadar gula darah dapat meningkat secara perlahan tanpa gejala fisik yang nyata, menyebabkan banyak orang tidak menyadari kondisi ini hingga komplikasi timbul.

Menurut artikel yang terbit dalam Indian Journal of Medical Research, diabetes tipe 2 memasuki fase laten di mana gangguan metabolik dapat terjadi tanpa gejala. Ini menggarisbawahi pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi masyarakat.

Kementerian Kesehatan mendorong proaktif dalam pencegahan melalui pemeriksaan kesehatan dan penerapan pola makan yang sehat. Melalui program Cek Kesehatan Gratis dan pendekatan perilaku sehat CERDIK, upaya ini diarahkan untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular sedini mungkin.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU