Perubahan Pimpinan Badan Gizi Nasional: Penggantian dan Catatan Kedisiplinan
Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan memberhentikan Dadan Hindayana dari posisinya. Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Selain Dadan, dua Wakil Kepala BGN, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya, juga dicopot dari posisi mereka. Pemberhentian ini diambil setelah adanya catatan mengenai kedisiplinan yang menjadi perhatian Presiden.
Pada Selasa, 2 Juni 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti pimpinan BGN. "Maka pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni Tahun 2026, bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo.
Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya, bersama dengan dua Wakil Kepala BGN, Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya. Prasetyo menambahkan, "Tentunya disertai ucapan terima kasih atas kerja keras, dedikasi selama ini di dalam mengembangkan BGN."
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil
Presiden Prabowo memiliki catatan terkait kinerja para pejabat di BGN, terutama dalam aspek kedisiplinan. "Selama 1,5 tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang itu menjadi dasar pertimbangan oleh presiden untuk melakukan pergantian ini," jelas Prasetyo di Kantor Presiden.
Catatan tersebut termasuk masalah dalam menjalankan Standar Operasi Prosedur (SOP) serta pengelolaan dan kualitas makanan yang harus dijaga oleh BGN. Prasetyo menegaskan, "Dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera diperbaiki."
Sebagai langkah lanjutan dari pemberhentian tersebut, Presiden Prabowo berhasil mengangkat tiga pejabat baru untuk mengisi posisi yang kosong. Nanik S Deyang kini menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, sementara Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono diangkat sebagai Wakil Kepala BGN.
Keputusan ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kedisiplinan di BGN, sehingga organisasi ini dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya. Pergantian ini diharapkan membawa dampak positif bagi pengembangan gizi di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: