Roblox Terapkan Klasifikasi Umur Sesuai Standar IGRS di Indonesia
Platform permainan Roblox kini mengadopsi sistem klasifikasi usia yang sesuai dengan Indonesia Game Rating System (IGRS) untuk setiap konten yang tersedia di negeri ini.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan panduan yang jelas bagi pengguna dalam memilih permainan yang cocok dengan usia mereka.
Roblox telah mulai menerapkan dua klasifikasi usia dalam deskripsi setiap permainan. Klasifikasi ini mencakup peringkat IGRS, yaitu 13+, 15+, dan 18+.
Selain peringkat tersebut, terdapat juga Label Content Maturity Roblox yang memberikan deskripsi mendetail mengenai konten permainan, seperti kategori Minimal, Mild, Moderate, dan Restricted.
Penggunaan label-label ini diharapkan dapat menjadi alat bantu bagi orang tua dan pemain dalam memilih permainan yang tepat, sehingga menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Menurut Matt Kaufmann, Chief Safety Officer Roblox, kolaborasi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk mematuhi hukum lokal di seluruh negara tempat mereka beroperasi.
Inisiatif ini juga mendukung penerapan standar global yang diakui oleh International Age Rating Coalition (IARC), yang memungkinkan Roblox menyesuaikan kebijakan internalnya dengan regulasi setempat.
Dengan adanya klasifikasi yang terpercaya, pengguna diharapkan dapat merasa lebih nyaman dalam memilih konten yang sesuai dengan usia mereka.
Roblox menyediakan fitur parental control yang memungkinkan orang tua untuk mengatur akses konten berdasarkan informasi dari Content Maturity Label.
Sonny Hendra Sudaryana, Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, menegaskan bahwa adopsi standar IGRS sangat bermanfaat bagi kemudahan orang tua dalam menentukan konten yang tepat.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk melindungi anak-anak dalam ruang digital, memastikan bahwa permainan yang diakses sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: