Kesaksian Uya Kuya dalam Sidang Penjarahan di Rumahnya
Politisi sekaligus artis Surya Utama, lebih dikenal sebagai Uya Kuya, memberikan keterangan dalam sidang kasus penjarahan di rumahnya di Pondok Bambu, Jakarta Timur.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Sidang ini merupakan kelanjutan dari insiden yang terjadi pada 30 Agustus 2025, di mana sejumlah barang berharga serta dokumen penting hilang.
Uya Kuya hadir sebagai saksi setelah mendengarkan keterangan dari karyawan dan adik iparnya. Hakim menanyakan alasan keluarganya meninggalkan rumah saat kejadian berlangsung, dan Uya mengonfirmasi bahwa mereka meninggalkan rumah pada saat itu.
Uya menyatakan bahwa ia mengetahui peristiwa penjarahan melalui video call dari adik iparnya. Dalam video tersebut, ia melihat banyak orang masuk ke rumahnya dan mengambil barang-barang.
Ia menambahkan bahwa massa tersebut memaksa masuk, menyebabkan kerusakan parah tidak hanya pada barang-barang tetapi juga pada struktur rumahnya. 'Semua barang yang berada di rumahnya turut diambil massa,' jelas Uya.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Uya Kuya menggambarkan kondisi rumahnya setelah penjarahan dengan kesedihan mendalam. 'Saya sedih melihat rumah isinya hilang semua. Bukan hanya hilang sampai kloset, pintu gerbang, wastafel hilang,' katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah dokumen penting seperti sertifikat nikah dan akta kelahiran ikut raib dalam peristiwa itu. Kehilangan ini bukan hanya berupa barang material tetapi juga emosional bagi keluarga Uya.
Selain itu, Uya merasakan kesedihan terkait kucing peliharaannya yang sempat hilang. Ia menjelaskan bahwa walaupun sebagian kucingnya sudah dikembalikan, ada yang sempat berpindah tangan.
Saat ditanya mengenai proses hukum, Uya menegaskan pentingnya tindakan hukum meskipun ia sudah memaafkan para terdakwa. 'Saya tetap melapor ke polisi. Saya menghormati hukum di negara ini,' tegasnya.
Uya menyampaikan rasa prihatin bahwa kejadian ini menjadi contoh bagi orang lain. Proses hukum yang sedang berjalan diharapkan dapat memberikan keadilan.
Selama sidang, para terdakwa meminta maaf kepada Uya dan keluarganya, mengakui perbuatan mereka dan menunjukkan penyesalan yang mendalam atas tindakan tersebut.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: