Kelelahan berlebihan sering disalahartikan sebagai kurang tidur atau stres, padahal bisa jadi merupakan indikasi anemia. Anemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan sel darah merah sehat, sehingga dapat menyebabkan rasa lelah meski tanpa aktivitas berat.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Banyak yang belum sadar bahwa kelelahan yang dialami mungkin menandakan kurangnya zat besi atau vitamin penting. Jika rasa lelah ini berlangsung tanpa penyebab jelas, penting untuk mengidentifikasi gejala anemia dan langkah yang perlu diambil.
Apa Itu Anemia?
Anemia adalah suatu kondisi medis yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah sehat untuk mengalirkan oksigen ke jaringan tubuh. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab anemia, seperti kekurangan zat besi, vitamin B12, atau folat.
Terdapat beberapa jenis anemia, di antaranya adalah anemia defisiensi besi, anemia aplastik, dan anemia hemolitik. Setiap jenis anemia memiliki penyebab serta cara penanganan yang berbeda, namun gejala umum yang dialami adalah kelelahan yang tak biasa.
Anemia tidak mengenal usia, mampu mempengaruhi siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penting untuk mengenali sejak dini gejala-gejala kondisi ini agar dapat segera ditangani.
Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan
Gejala Anemia yang Perlu Diperhatikan
Kelelahan adalah salah satu gejala paling umum yang dialami oleh penderita anemia. Gejala ini bisa muncul secara tiba-tiba ataupun bertahap, dan perlu diwaspadai.
Selain merasa lelah, orang dengan anemia mungkin juga merasakan pusing, sesak napas, dan detak jantung yang cepat. Perubahan warna pada kulit, seperti pucat, serta kuku yang rapuh juga dapat menjadi tanda-tanda anemia.
Perlu diingat, gejala anemia bervariasi setiap individu. Beberapa orang mungkin tidak merasakan gejala yang mencolok, sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat dianjurkan untuk deteksi dini.
Langkah-Langkah untuk Mengatasi Anemia
Jika mencurigai diri mengalami anemia, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani tes darah. Tes ini dapat membantu menentukan jenis anemia yang dihadapi serta penyebabnya.
Setelah diagnosis didapat, pengobatan bisa dilakukan. Ini mungkin mencakup suplemen zat besi, penyesuaian pola makan, atau penanganan medis lainnya. Konsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, bayam, dan kacang-kacangan, dapat membantu meningkatkan kadar zat besi dalam tubuh.
Mengikuti anjuran medis secara disiplin serta menjalani pemeriksaan berkala sangatlah penting. Dengan langkah yang tepat, anemia bisa dikelola dan kelelahan yang dirasakan dapat diminimalkan.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: