Kebakaran yang terjadi di gudang bahan kimia di Taman Tekno, Tangerang Selatan pada Senin (9/2) telah mengakibatkan pencemaran serius di Sungai Cisadane. Hal ini berpengaruh langsung terhadap penghentian penyaluran air bersih oleh PDAM ke pelanggan di sekitarnya.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Sebagai respons cepat, PDAM terpaksa mengirimkan air bersih menggunakan truk tangki ke wilayah-wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk mencegah kelangkaan air bersih di tengah situasi yang kritis.
Insiden Kebakaran dan Dampaknya
Kebakaran yang melanda gudang bahan kimia di kawasan Taman Tekno pada Senin malam berlangsung dengan cepat. Zat kimia yang terbakar, terutama insektisida, menyebabkan pencemaran berat di Sungai Cisadane.
Sebagai sumber air baku bagi PDAM di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, pencemaran ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap pasokan air bersih. Direktur Umum Perumda Tirta Benteng, Dody Effendi, menjelaskan bahwa penghentian operasional penyaluran air bersih dilakukan sekitar pukul 22.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 05.00 WIB keesokan harinya.
Kondisi ini mengakibatkan banyak warga mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih yang dibutuhkan sehari-hari. Dengan situasi ini, pencemaran sungai jelas menjadi perhatian penting bagi masyarakat dan pihak berwenang.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Tindakan Darurat dan Penyaluran Air Bersih
Banyak warga di wilayah seperti Kampung Berkelir mengeluh kesulitan mendapatkan air bersih setelah penyaluran dihentikan. Sri Hastuti, salah satu warga, menyatakan, "Iya dari semalam gak keluar air, jadi susah buat beraktivitas."
Menanggapi masalah ini, PDAM segera meluncurkan truk tangki untuk menyalurkan air bersih ke daerah yang terimbas pencemaran. Upaya ini bertujuan untuk memastikan pasokan air bersih bagi masyarakat agar tetap tersedia selama situasi darurat ini.
Dikhawatirkan jika tidak ada tindakan cepat, kebutuhan dasar masyarakat dalam mencukupi air bersih tidak dapat terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, kehadiran truk tangki menjadi solusi sementara dalam kondisi darurat.
Pemantauan Kualitas Air dan Proses Distribusi
Dody Effendi menjelaskan, bahwa kondisi pencemaran di Sungai Cisadane terlihat dari bau tidak sedap yang tercium dan matinya ikan-ikan di sekitar sungai. Namun, pemantauan yang dilakukan pada pukul 00.00 WIB menunjukkan bahwa air tidak lagi terindikasi cemaran.
Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menambahkan bahwa seluruh air yang tercemar telah dibuang ke laut. Proses pengisian ulang dilakukan dengan air baku yang memenuhi standar kualitas untuk menjamin keamanan konsumsi.
Distribusi air bersih kepada pelanggan mulai dilaksanakan sejak pukul 05.00 WIB secara bertahap, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati pasokan air bersih yang aman dan layak.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: