Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 13:54 WIB

Dampak Kebakaran Pabrik Kimia di Serpong terhadap Kualitas Air Sungai Cisadane

Author

Dampak Kebakaran Pabrik Kimia di Serpong terhadap Kualitas Air Sungai Cisadane

Kebakaran di pabrik pestisida di Serpong, Tangerang Selatan, telah menyebabkan pencemaran parah di Sungai Cisadane, memaksa penghentian sementara distribusi air bersih ke masyarakat setempat.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kejadian yang berlangsung pada malam hari 9 Februari 2026 ini memicu respon cepat dari pihak berwenang untuk mengatasi dampak lingkungan yang ditimbulkannya.

Penyebab dan Dampak Kebakaran

Kebakaran tersebut terjadi di pabrik yang memproduksi bahan kimia dan pestisida, dimulai sekitar pukul 22.00 WIB. Limbah kimia berbahaya yang tercampur di dalam air sungai menyebabkan bau menyengat dan merusak ekosistem perairan dengan kematian ikan secara mendadak.

Untuk memastikan keamanan warga, Direktur Teknik Perumda Tirta Benteng, Joko Surana, menyatakan bahwa distribusi air bersih terpaksa dihentikan. Observasi di lokasi mengindikasikan bahwa air sungai tampak berminyak, menandakan pencemaran yang serius.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Tindakan Penanganan Pencemaran

Setelah kejadian, langkah-langkah darurat segera diambil oleh Perumda Tirta Benteng dengan menghentikan semua operasi Instalasi Pengolahan Air (IPA). Joko Surana menjelaskan koordinasi dilakukan dengan pengelola Bendung 10 untuk pengalihan limbah ke laut.

Pemantauan kualitas air dimulai, dengan pengukuran fisik dan kimia dilakukan setiap 30 menit. Pada pukul 00.00 WIB, hasil memuaskan menunjukkan bahwa tidak ada lagi indikasi pencemaran bahan kimia pada air sungai.

Kembali Normalnya Suplai Air

Setelah melalui proses pemantauan dan penanganan yang intensif, kondisi air baku dinyatakan membaik pada pukul 05.00 WIB, dan proses pengolahan air dimulai secara bertahap. Perumda Tirta Benteng melanjutkan distribusi air bersih kepada warga Kota Tangerang.

Joko Surana menegaskan bahwa air yang dihasilkan telah mengikuti prosedur pengawasan ketat dan aman.

Baca juga: Mengenal Finfluencer: Solusi Cerdas untuk Memahami Keuangan di Era Digital

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU