PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon mengumumkan pembatalan 28 perjalanan kereta api pada hari Minggu akibat banjir yang melanda lintasan di sekitar Stasiun Pekalongan, Jawa Tengah.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Keputusan pembatalan ini diambil setelah intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan genangan air semakin parah di sejumlah titik, termasuk jalur kereta.
Kondisi Banjir dan Dampaknya
Pekalongan dilanda banjir yang parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan genangan air di banyak area, termasuk pada jalur kereta api.
Menurut pernyataan resmi dari Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, genangan air terjadi di petak jalan antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, dan ini menjadi penyebab utama pembatalan banyak perjalanan kereta.
Selain itu, beberapa stasiun lain di Jakarta seperti Stasiun Kampung Bandan dan Stasiun Jakarta Kota juga terpantau terendam oleh air.
Keselamatan pelanggan dan keamanan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama yang mendasari keputusan pembatalan tersebut.
Rekayasa Operasional Kereta Api
Dalam rangka mengatasi dampak banjir, KAI melakukan rekayasa operasi dengan pengalihan rute untuk beberapa perjalanan kereta api yang seharusnya beroperasi.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Beberapa kereta yang mengalami pembatalan mencakup KA Argo Muria, Blambangan Ekspres, dan beberapa KA Kaligung serta Ciremai.
Sebagai langkah alternatif, KA Anggrek dan Sembrani dialihkan melalui jalur alternatif untuk mengurangi dampak dari banjir yang melanda.
Muhibbuddin menegaskan bahwa KAI terus memantau kondisi lintasan dan melakukan pemeriksaan teknis untuk mencegah risiko terhadap keselamatan.
Tanggapan dan Langkah Selanjutnya
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI menawarkan pengembalian bea tiket 100 persen kepada semua pelanggan yang terkena dampak, yang bisa diakses melalui loket atau Contact Center 121.
KAI juga menjalin koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak yang ditimbulkan oleh banjir di sekitar jalur rel kereta.
Sementara itu, situasi banjir semakin memburuk di Pekalongan, di mana banyak warga yang terpaksa mengungsi karena genangan air mencapai lebih dari satu meter.
Laporan dari warga di Kecamatan Pekalongan Barat menunjukkan bahwa air telah masuk ke dalam rumah, membuat keadaan semakin darurat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: