Kamis, 15 JANUARI 2026 • 19:32 WIB

Pemerintah Terbitkan 156 Izin Program Studi Spesialis Kedokteran untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Medis

Author

Pemerintah Terbitkan 156 Izin Program Studi Spesialis Kedokteran untuk Penuhi Kebutuhan Tenaga Medis

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia baru-baru ini mengeluarkan izin untuk membuka 156 program studi spesialis dan subspesialis kedokteran. Langkah ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan kedokteran di tanah air.

Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan

Izin tersebut merupakan perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga medis yang semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah mahasiswa di fakultas kedokteran.

Penerbitan Izin Program Studi Spesialis Kedokteran

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa dari total 156 program studi, 126 di antaranya adalah program studi spesialis dan 30 sisanya adalah program studi subspesialis. Hal ini bertujuan untuk memperkuat lahan pendidikan kedokteran di Indonesia.

Brian menekankan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada angka, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan kepada mahasiswa. Kebijakan ini diharapkan dapat menjawab tantangan dalam memenuhi standar pendidikan kesehatan di era modern.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Peningkatan Jumlah Mahasiswa di Fakultas Kedokteran

Dengan diterbitkannya izin baru ini, diproyeksikan akan ada tambahan sekitar 3.150 mahasiswa baru pada awal tahun ajaran 2026. Angka ini menunjukkan antusiasme yang positif dari calon mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program-program kedokteran.

Sebelumnya, total mahasiswa di fakultas kedokteran hanya sekitar 5.000 orang, namun dengan tambahan ini, jumlahnya akan meningkat menjadi 8.650 mahasiswa. Hal ini menciptakan harapan baru bagi pengembangan kualitas tenaga medis di tanah air.

Dukungan Pendanaan Riset dan Kajian Industri

Dalam kesempatan yang sama, Brian juga melaporkan bahwa pendanaan untuk riset nasional telah mengalami peningkatan, dengan total anggaran penelitian kini melebihi Rp 8 miliar. Meningkatnya pendanaan ini diharapkan dapat mendukung penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri.

Riset nasional kini diarahkan untuk menjembatani kebutuhan industri dan inovasi, yang meliputi proyek-proyek besar seperti pengembangan tenaga surya serta pembangkit listrik tenaga nuklir. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan di Indonesia terus berkembang selaras dengan kebutuhan global.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU