Provinsi Sulawesi Selatan kini diidentifikasi sebagai salah satu dari delapan provinsi dengan kasus Tuberkulosis (TBC) tertinggi di Indonesia, bersanding dengan kawasan lain seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menekankan pentingnya penanganan intensif untuk menurunkan jumlah pasien TBC di daerah tersebut.
Penanganan Kasus TBC di Sulawesi Selatan
Sebanyak 9.885 kasus TBC tercatat di Kota Makassar, menjadikan provinsi ini sebagai salah satu fokus utama dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia.
Wakil Menteri Kesehatan menyatakan, 'Semua dilakukan pemeriksaan cuma 8 provinsi ini prioritas', menegaskan komitmen pemerintah untuk memerangi TBC di area dengan prevalensi tertinggi.
Pemerintah juga menyediakan alat rontgen portabel untuk meningkatkan efisiensi diagnosis dan pengobatan penderita TBC.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Inovasi dalam Pemeriksaan Kesehatan
Dinas Kesehatan Sulsel dan Kota Makassar berkomitmen untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan keluarga penderita, termasuk deteksi kelainan paru, jantung, diabetes, dan hipertensi.
Benjamin mengungkapkan, 'Jika sehari bisa melayani 50 pasien, maka pada tahun 2026 diperkirakan ada 60.000 orang yang akan diperiksa di Makassar.'
Strategi active case finding diterapkan melalui inisiatif TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh), yang meliputi kunjungan rumah untuk melakukan pemeriksaan kepada warga.
Program 'Hantu Mesra' untuk Deteksi Dini TBC
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengungkapkan bahwa program 'Hantu Mesra' bertujuan untuk mengatasi stigma dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan TBC.
Munafri menegaskan, 'Dengan metode mengetuk pintu rumah warga, ini menjadi jalan keluar yang sangat efektif untuk deteksi dini.'
Melalui kolaborasi lintas sektor dan intervensi yang intensif, diharapkan kasus TBC di Makassar akan menurun secara signifikan pada 2027–2029.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: