Perpanjangan Operasi Penelusuran di Labuan Bajo: Teknologi Beam Sonar Digunakan untuk Temukan Korban
Tim SAR gabungan memperpanjang operasi pencarian tiga warga negara Spanyol yang hilang akibat tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, NTT, hingga tiga hari ke depan.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Dalam pencarian ini, teknologi Beam Sonar digunakan untuk mempercepat identifikasi lokasi para korban yang masih hilang.
Detail Operasi Pencarian di Labuan Bajo
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa pencarian dilanjutkan berdasarkan rencana yang telah disusun sebelumnya.
Tim SAR yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari 153 orang, termasuk anggota SAR Maumere, Ditpolairud, TNI AL, KSOP, dan unit lain yang berkaitan.
Penggunaan lima beam sonar dilakukan untuk meningkatkan efisiensi proses pencarian, yang bertujuan untuk menemukan tiga turis asal Spanyol yang terdaftar sebagai korban hilang.
Selain itu, tim juga melakukan penyelaman dan pemantauan dari udara dengan drone untuk memaksimalkan pencarian di area yang sulit dijangkau.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Tantangan yang Dihadapi dalam Pencarian
Selama proses pencarian, tim menghadapi beberapa tantangan, termasuk arus yang kuat dan cuaca tak menentu di perairan Taman Nasional Komodo.
Fathur Rahman menambahkan bahwa setelah tiga hari pencarian, evaluasi akan dilakukan untuk merencanakan langkah selanjutnya berdasarkan hasil yang diperoleh.
Analisis data dan situasi terkini terus dilakukan oleh semua pihak terlibat untuk memastikan efektivitas pencarian dan pengambilan keputusan yang tepat.
Kronologi Tenggelamnya Kapal KM Putri Sakinah
Kapal wisata KM Putri Sakinah dikabarkan tenggelam di perairan Pulau Padar pada malam hari tanggal 26 Desember 2025, saat mengangkut sebelas penumpang.
Dari tujuh penumpang yang berhasil selamat, empat orang dinyatakan hilang, sementara seorang korban ditemukan meninggal dunia pada 29 Desember.
Di antara korban yang hilang terdapat pelatih sepak bola tim Valencia B putri, Fernando Martin Caceres, yang menjadi sorotan dalam tragedi ini.
Situasi ini mengejutkan banyak pihak, mengingat banyaknya wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut selama musim liburan.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: