Senin, 22 DESEMBER 2025 • 21:31 WIB

FIFA Melakukan Penyelidikan Terhadap Sekjen FAM Terkait Kasus Naturalisasi Pemain

Author

FIFA Melakukan Penyelidikan Terhadap Sekjen FAM Terkait Kasus Naturalisasi Pemain

FIFA telah meluncurkan penyelidikan terhadap Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) Noor Azman Rahman selepas dugaan keterlibatan dalam kasus dokumen palsu yang menyangkut tujuh pemain naturalisasi. Penyelidikan ini muncul setelah FAM memutuskan untuk memberikan skorsing kepada Noor Azman sebagai respon terhadap sanksi yang dikeluarkan FIFA pada Oktober 2025.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Proses penyelidikan ini menunjukkan komitmen FIFA dalam menangani pelanggaran yang berkaitan dengan pemain naturalisasi dan dokumen yang digunakan dalam proses tersebut. FAM berencana untuk membawa Noor Azman ke Komite Disiplin untuk memperjelas peran dan keterlibatannya dalam skandal ini.

Proses Penyelidikan oleh FIFA dan FAM

FAM mengonfirmasi bahwa Sekjen Noor Azman akan dihadapkan pada sidang di Komite Disiplin terkait dugaan keterlibatannya dalam skandal. Pelaksana Tugas Presiden FAM, Datuk Mohd Yusoff Mahadi, menyatakan, 'Kami akan membawa Noor Azman ke Komite Disiplin FAM mengikuti rekomendasi dari IIC dan kami juga telah menerima email dari FIFA.'

Mahadi juga mengatakan, 'Alasan FIFA adalah mereka ingin mengetahui peran Noor Azman, proses yang dilakukan, dan sejauh mana keterlibatannya dalam dokumen-dokumen yang dikirimkan.' Penyelidikan oleh FIFA menunjukkan keseriusan badan sepak bola internasional dalam menangani pelanggaran yang berkaitan dengan dokumen pemain naturalisasi.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Latar Belakang Skandal Naturalisasi

Skandal ini mulai mencuat pada akhir September 2025 ketika FIFA mengumumkan adanya pelanggaran dokumen oleh FAM terkait tujuh pemain naturalisasi. Pemain yang terlibat meliputi Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.

FIFA menemukan bahwa nenek atau kakek dari tujuh pemain tersebut tidak lahir di Malaysia, melainkan di Eropa dan Amerika Selatan. Temuan ini menjadi dasar bagi FIFA untuk mengambil tindakan tegas terhadap FAM, termasuk mendenda mereka akibat pelanggaran tersebut.

Sanksi dari FIFA dan Dampaknya

FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar 350 ribu swiss franc, setara dengan Rp7,2 miliar, kepada FAM atas pelanggaran yang dilakukan. Selain itu, setiap pemain yang terlibat juga dikenakan denda sebesar 2.000 swiss franc, sekitar Rp41,4 juta, dan larangan terlibat dalam aktivitas sepak bola selama 12 bulan.

Saat ini, kasus ini sudah diambil alih oleh FAM dan dibawa ke Pengadilan Arbitrase (CAS) untuk penyelesaian lebih lanjut. Keputusan ini mencerminkan upaya FAM untuk menangani masalah tersebut dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi internasional.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU