Generasi Z, yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki pandangan yang inovatif mengenai definisi sukses yang berbeda jauh dibandingkan generasi sebelumnya.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Bagi mereka, kesuksesan tidak lagi diukur semata-mata dari pencapaian material, tetapi juga dari keseimbangan hidup dan kebahagiaan pribadi.
Pengertian Sukses Menurut Gen Z
Definisi sukses bagi Generasi Z sering kali lebih bersifat personal dan holistik. Mereka menekankan pentingnya kesehatan mental dan emosional sebagai bagian dari kesuksesan.
Sebagaimana diungkapkan oleh seorang peneliti, "Generasi ini lebih cenderung memprioritaskan perasaan bahagia di atas kekayaan material yang biasanya dikejar oleh generasi sebelumnya."
Oleh karena itu, definisi sukses bagi mereka melibatkan kepuasan pribadi dan koneksi sosial, bukan hanya jabatan tinggi atau penghasilan besar.
Pergeseran pandangan ini turut menciptakan perubahan budaya kerja di berbagai sektor, di mana kesejahteraan karyawan kini dianggap setara dengan produktivitas.
Dampak Teknologi terhadap Konsep Sukses
Kemajuan teknologi dan globalisasi memberikan Generasi Z alat baru untuk mencapai tujuan mereka. Misalnya, media sosial menjadi platform penting bagi mereka untuk berbagi cerita sukses dan inspirasi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Seorang ahli mengungkapkan, "Teknologi telah mengubah cara mereka melihat dunia, di mana kesuksesan bisa dicapai melalui berbagai jalur, termasuk kewirausahaan digital."
Generasi ini juga lebih terbuka untuk kolaborasi dan inovasi, mencari cara baru untuk mewujudkan visi mereka tanpa terikat pada struktur tradisional.
Perubahan ini dapat terlihat jelas dalam munculnya banyak startup yang dibangun oleh Generasi Z, di mana banyak dari mereka memilih untuk mengejar impian dengan berbisnis dari rumah.
Keseimbangan Antara Aktivitas dan Hidup Pribadi
Pandangan Generasi Z tentang sukses sangat menekankan pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mereka percaya bahwa waktu untuk diri sendiri dan keluarga sangat penting.
Dalam hal ini, banyak di antara mereka lebih memilih pekerjaan fleksibel yang memungkinkan pengaturan waktu antara karier dan hal-hal yang mereka cintai.
Hal ini sejalan dengan pernyataan direktur dari lembaga penelitian, "Gen Z tidak hanya ingin sukses, tetapi juga ingin memiliki waktu untuk menikmati hidup dan bersosialisasi dengan orang-orang terkasih."
Dengan pendekatan seperti ini, mereka berharap dapat menciptakan definisi sukses yang lebih personal dan sejalan dengan nilai-nilai yang mereka anut.
Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: