Sabtu, 22 NOVEMBER 2025 • 20:18 WIB

Kemensos Berikan Pendampingan untuk Anak Berhadapan Hukum Usai Ledakan di Masjid SMA Negeri 72

Author

Kemensos Berikan Pendampingan untuk Anak Berhadapan Hukum Usai Ledakan di Masjid SMA Negeri 72

Kementerian Sosial Republik Indonesia memberikan bantuan pendampingan bagi anak berhadapan hukum (ABH) yang terlibat dalam ledakan di Masjid SMA Negeri 72 Jakarta Utara. Pendampingan ini dilakukan melalui layanan rehabilitasi sosial dan trauma healing untuk memastikan pemulihan efektif bagi pelaku.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Dilibatkan Oknum Brimob Masuk Jalur Pidana

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa pendampingan ini dilaksanakan dalam kerjasama dengan pihak kepolisian untuk proses rehabilitasi. 'Salah satu peran Kemensos nanti mungkin pada masa-masa rehabilitasi,' ujarnya.

Bentuk Pendampingan Kemensos

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menekankan pentingnya kerja sama dalam proses rehabilitasi anak yang terlibat dalam insiden ledakan tersebut. 'Tapi, tugas Kementerian Sosial, kita membantu untuk melakukan semacam proses rehabilitasi,' tambahnya.

Rehabilitasi yang dirancang mencakup kolaborasi dengan lembaga yang berpengalaman dalam deradikalisasi serta pelayanan psikososial. Ini bertujuan untuk memberikan dukungan menyeluruh yang meliputi aspek fisik dan mental pelaku.

Pendampingan tersebut juga bertujuan untuk mengurangi dampak trauma yang dialami oleh pelaku, mengingat usia mereka yang masih muda. Proses ini diharapkan dapat memfasilitasi transisi mereka kembali ke kehidupan normal.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Reaksi Presiden dan Pihak Terkait

Menteri Sosial menyatakan bahwa pengawasan dari pihak atasan, termasuk Presiden Prabowo Subianto, sangat vital dalam proses penyelesaian kasus ini. Gus Ipul memahami bahwa pembentukan satuan tugas pencegahan diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Gus Ipul menambahkan bahwa Presiden memiliki perhatian khusus terhadap insiden yang terjadi pada 7 November 2025 itu. Ledakan yang terjadi saat Salat Jumat tersebut mengakibatkan banyak siswa dan guru terluka.

Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi insiden dengan lebih mendalam melalui pemahaman akar masalah yang mendasarinya, guna mencegah terulangnya tragedi di masa mendatang.

Tanggapan dan Tindak Lanjut dari Pemerintah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, juga memberikan pernyataan bahwa penting untuk menyelesaikan kasus perundungan yang diduga menjadi pemicu ledakan. 'Harus dicari akar masalahnya apa dan saya sudah perintahkan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan mengusut tuntas,' jelasnya.

Pemulihan mental bagi siswa yang terdampak telah dimulai, dengan melibatkan tim psikolog dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi lainnya. Rano Karno menegaskan bahwa 'Mereka semua turun berikan dukungan psikologis' agar semua korban bisa mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.

Langkah-langkah tepat ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan bagi para korban dan mencegah terulangnya insiden kekerasan di sekolah.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU