Para peneliti memperkirakan bahwa gunung api bawah laut Axial Seamount di lepas pantai Oregon akan meletus pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Perkiraan ini mengubah estimasi sebelumnya yang menyebutkan letusan dapat terjadi pada tahun 2025, seiring dengan proses inflasi tanah yang lebih lambat dari yang diantisipasi.
Pentingnya Axial Seamount
Axial Seamount terletak di Juan de Fuca Ridge, yang merupakan batas lempeng divergen di lepas pantai barat laut Pasifik AS.
Gunung ini dikenal sebagai gunung api bawah laut yang paling aktif di wilayah tersebut, menjadikannya objek penelitian yang penting bagi ilmuwan.
Pemantauan Inflasi dan Seismisitas
Pada Desember 2024, para ilmuwan menyimpulkan bahwa Axial Seamount hampir mencapai ambang inflasi yang serupa dengan kondisi sebelum letusan satu dekade lalu.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Namun, mereka kini memperkirakan letusan akan terjadi lebih lambat, yakni diperkirakan dapat berlangsung di antara pertengahan hingga akhir 2026.
Bill Chadwick, peneliti dari Oregon State University, menyatakan bahwa letusan di Axial Seamount biasanya didahului oleh peningkatan seismisitas dan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan magma.
Revisi Perkiraan Letusan
Pada April 2025, laju inflasi kembali melambat, memicu kebutuhan untuk revisi atas prakiraan sebelumnya.
Chadwick menyatakan dalam laporan blognya bahwa mencapai ambang inflasi yang tinggi mungkin membutuhkan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
Ia menjelaskan bahwa Axial Seamount memiliki pola perilaku mirip dengan Gunung Krafla di Islandia, di mana setiap letusan sebelumnya dapat meningkatkan ambang inflasi.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: