Kamis, 13 NOVEMBER 2025 • 21:39 WIB

Update Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta: 20 Korban Sedang Dirawat

Author

Update Kasus Ledakan di SMAN 72 Jakarta: 20 Korban Sedang Dirawat

Saat ini, 20 korban masih dirawat di tiga rumah sakit berbeda setelah terjadi ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kondisi mereka sedang dipantau secara intensif oleh tim medis.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Kombes Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya memberikan penjelasan mengenai penanganan medis dan langkah-langkah investigasi yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Rincian Korban dan Penanganan Medis

Sejak peristiwa ledakan terjadi, pihak kepolisian melaporkan rincian terkait 20 korban yang sedang menerima perawatan. Di RS Islam Jakarta, tercatat 13 orang dirawat, sedangkan di RS YARSI ada 6 orang, dan satu orang dirawat di RS Polri Kramat Jati.

Kombes Budi Hermanto menyatakan, "Data korban per hari ini, Kamis, 13 November 2025 jam 13.00 WIB, sejumlah 20 pasien." Pernyataan ini memberikan gambaran terkini tentang situasi medis korban.

Tim medis di masing-masing rumah sakit berupaya memberikan perawatan terbaik dan memantau perkembangan kondisi para korban.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Penyidikan dan Pemeriksaan Saksi

Terkait dengan penyidikan, pihak kepolisian telah mulai melakukan pemeriksaan terhadap orang tua salah satu anak yang terlibat dalam konflik hukum terkait ledakan. Kombes Budi mengungkapkan, "Sudah, 2 hari lalu" ketika ditanya mengenai waktu pemeriksaan.

Saat ini, pihak kepolisian juga sedang memeriksa 46 saksi yang merupakan siswa-siswa di SMAN 72. Kombes Budi menjelaskan, "Hari ini yang diminta keterangan adalah saksi anak (siswa sekolah) 46 orang."

Proses pemeriksaan ini merupakan upaya untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai kejadian ledakan.

Pengumpulan Barang Bukti

Di samping pemeriksaan saksi, pihak Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) sedang mengumpulkan barang bukti terkait dengan ledakan. Kombes Budi menyatakan bahwa barang bukti, seperti serpihan paku, telah berhasil dikumpulkan untuk keperluan penyelidikan.

"Lanjutan sita BB dari tubuh korban di RSIJ. BB yang nempel di tubuh para korban, serpihan seperti paku dan sebagainya yang sudah dikumpulkan pihak rumah sakit," ungkapnya.

Keberadaan barang bukti ini diharapkan bisa memberikan informasi krusial mengenai penyebab ledakan yang terjadi.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU