Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York, menjadikannya sebagai wali kota Muslim pertama yang pernah ada di kota tersebut.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dalam pidato kemenangannya, Mamdani menegaskan pentingnya perubahan politik, terutama dalam konteks kepresidenan Donald Trump.
Pendukung Keberagaman dan Perubahan
Zohran Mamdani mengungkapkan bahwa kemenangannya mencerminkan cara untuk mengalahkan Trump. Ia menegaskan, 'Jika ada yang bisa menunjukkan kepada bangsa yang dikhianati oleh Donald Trump bagaimana cara mengalahkannya, maka itu adalah kota yang melahirkannya.'
Dengan semangat optimis, Mamdani menyatakan bahwa di masa kegelapan politik, New York akan menjadi cahaya. Ia bertekad untuk menjadikan kota ini simbol bagi keberagaman dan inklusi.
Dalam pidato tersebut, Mamdani juga mendeklarasikan dedikasinya kepada kelas pekerja. Ia menekankan pentingnya merayakan setiap elemen masyarakat tanpa terkecuali.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025
Pesan untuk Keluarga dan Komunitas Terpinggirkan
Mamdani fokus pada penerimaan terhadap komunitas yang sering terpinggirkan. Ia menekankan, 'Di sini kita yakin untuk membela orang-orang yang kita sayangi, baik Anda seorang imigran, anggota komunitas trans, atau seorang single mom yang masih menunggu harga bahan makanan turun.'
Pernyataan ini memberikan harapan bagi penduduk New York yang merasa terabaikan di era kepresidenan Trump. Hal ini menggugah semangat bagi mereka yang mendambakan perubahan.
Mamdani menegaskan, 'Setiap perjuangan individu adalah perjuangan kolektif.' Ia berkomitmen untuk mendengarkan serta menanggapi kebutuhan warganya.
Era Baru Politik New York
Mamdani mengakhiri pidato kemenangannya dengan kutipan dari aktivis terkenal Eugene Debs, 'Saya dapat melihat fajar untuk hari yang lebih baik bagi umat manusia.'
Pernyataan tersebut mencerminkan harapannya akan masa depan yang lebih baik dan inklusif. Ia menyerukan perjuangan berkelanjutan demi keadilan sosial dan keberagaman.
Dengan langkah ini, Mamdani berupaya membuka lembaran baru dalam sejarah politik New York, di mana setiap suara dianggap penting.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: