Minggu, 26 OKTOBER 2025 • 23:46 WIB

Transformasi Praktik Santet di Era Digital

Author

Transformasi Praktik Santet di Era Digital

Praktik santet yang telah ada sejak lama kini mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi. Dari metode tradisional menggunakan benda-benda gaib, santet kini merambah ke dunia digital.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Media sosial dan platform komunikasi online memberikan ruang baru bagi praktik ini, menimbulkan pertanyaan tentang dampak teknologi terhadap penyebaran dan pelaksanaan santet di Indonesia.

Santet Tradisional: Antara Mitos dan Kenyataan

Santet merupakan praktik yang dianggap melibatkan ilmu hitam dan energi negatif dalam tradisi Indonesia. Praktik ini sering kali menggunakan benda seperti jarum atau sekepal garam untuk mengirimkan niat buruk kepada target.

Kepercayaan masyarakat terhadap efek santet pada kesehatan dan kebahagiaan sering kali berakar dari pengalaman individu yang merasa tersakiti. Banyak orang di Indonesia meyakini bahwa santet dapat menyebabkan berbagai masalah, mulai dari penyakit fisik hingga kesedihan yang mendalam.

Meskipun ada skeptisisme di kalangan komunitas modern, praktik ini masih terjaga karena pengaruh budaya yang mendalam. Hal ini mengartikan bahwa meskipun konteksnya sudah berubah, santet tetap berlanjut dalam kehidupan masyarakat.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Transisi ke Era Digital: Santet di Media Sosial

Saat ini, santet tidak hanya terbatas pada praktik fisik, tetapi juga telah merambah ke dunia maya. Media sosial telah menjadi platform berdiskusi mengenai santet, baik untuk berbagi pengalaman maupun untuk saling memperingatkan.

Grup-grup di Facebook dan forum online kini menjadi tempat bagi orang-orang untuk memberikan dukungan dan tips tentang bagaimana menghindari santet. Pengguna di media sosial saling membantu dengan berbagi informasi mengenai pengalaman pribadi.

Ada juga klaim mengenai kemampuan untuk melakukan santet secara virtual dengan mengunggah gambar atau nama target ke media sosial. Fenomena ini menciptakan cara baru dalam memahami dan berinteraksi dengan praktik ini di era digital.

Implikasi dan Dampak di Masyarakat

Transformasi santet ke dalam ranah digital membawa dampak sosial yang kompleks. Sementara sebagian orang merasa lebih nyaman membahas praktik ini secara online, ada juga risiko penyebaran informasi yang keliru dan pencemaran nama baik.

Sebuah klaim baru-baru ini terjadi ketika seorang pengguna TikTok mengaku dapat melakukan santet hanya dengan merekam video singkat. Situasi ini menunjukkan adanya tantangan baru yang harus dihadapi individu dan komunitas.

Pembuatan konten viral tentang santet sering kali memicu ketakutan di kalangan masyarakat. Praktik seperti ini dapat meningkatkan paranoia dan memicu ketidakpercayaan di dalam komunitas.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU