Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang, Banten, yang melebihi batas aman hingga 875 ribu kali lipat.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Tingkat radiasi mencapai 33 ribu mikrosievert per jam, menunjukkan potensi bahaya serius bagi kesehatan manusia dan lingkungan.
Deteksi dan Respons Terhadap Radiasi
Pemerintah telah mengidentifikasi sembilan pekerja yang terpapar radionuklida Cs-137 melalui uji kesehatan Whole Body Counting. Hanif Faisol menegaskan bahwa penanganan serius telah dilakukan dan para pekerja saat ini dalam pemantauan Kementerian Kesehatan.
'Kita bersyukur telah dilakukan penanganan serius kepada saudara-saudara kita yang terpapar berupa pemberian obat-obat khusus,' ungkap Menteri Hanif, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan pekerja.
Sebagai respons terhadap situasi ini, pemerintah membentuk satuan tugas lintas kementerian untuk menanggulangi kontaminasi, sesuai dengan Keputusan Menko Bidang Pangan Nomor 43 Tahun 2025. Langkah ini diharapkan mampu menekan dampak buruk dari paparan radiasi.
Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus
Langkah Dekontaminasi dan Zona Terbatas
Menteri Hanif menjelaskan pentingnya peta zonasi kontaminasi yang disusun oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan diperbarui oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). Rencana pembersihan area industri ditargetkan cepat selesai oleh lebih dari 100 personel dari berbagai pihak terkait.
'Seluruh kegiatan dekontaminasi wajib mengikuti standar dan kaidah teknis yang telah disepakati,' tegasnya untuk menjamin keselamatan publik.
Pemerintah juga berkomitmen membatasi akses ke area kontaminasi. Hanif menekankan bahwa areal ini harus menjadi zona terbatas untuk menjaga keselamatan masyarakat dan pekerja.
Penegakan Hukum untuk Mencegah Kejadian Serupa
Hanif menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pihak yang terbukti lalai hingga menyebabkan kejadian ini. 'Saya telah meminta bidang penegakan hukum mempercepat prosesnya, dari penyelidikan ke penyidikan,' ujarnya, menekankan pentingnya akuntabilitas.
Kementerian akan fokus pada investigasi terkait sumber radiasi, baik dari impor bahan baku maupun potensi pelimbahan material berbahaya. Upaya ini menjadi langkah krusial untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Menteri juga mengajak semua pihak untuk berkolaborasi dalam upaya dekontaminasi, menyatakan, 'Disiplin adalah kunci, kolaborasi adalah kekuatan, dan keselamatan adalah harga yang harus kita pastikan.'
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: