Aktris dan aktivis sosial Wanda Hamidah telah mengumumkan kegagalannya dalam melanjutkan pelayaran kemanusiaan menuju Gaza melalui Global Sumud Flotilla.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Setelah 31 hari berlayar, Wanda merasa kecewa karena tidak mendapatkan izin untuk melanjutkan perjalanan yang diharapkannya.
Kegagalan Misi Pelayaran ke Gaza
Wanda Hamidah saat ini berada di kapal Nusantara dan mengungkapkan kekecewaannya akibat keputusan penyelenggara yang tidak memberikan izin untuk melanjutkan perjalanan.
Kapal Nusantara ini mengangkut 11 aktivis dari enam negara yang semua berharap bisa menembus blokade yang menghalangi Gaza.
"Mungkin ini adalah akhir dari perjalanan saya berlayar ke Gaza. Saya sangat bersedih hati... tapi qadarullah mungkin saya harus kembali ke Indonesia," ungkap Wanda.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Tekad untuk Kembali
Walaupun misi ini berakhir, Wanda menegaskan niatnya untuk kembali dengan armada yang lebih kuat di masa depan.
"Insyaallah kita akan punya kapal sendiri yang lebih hebat lagi... Kita akan punya pejuang-pejuang Indonesia yang sudah muak melihat penjajahan," ujar Wanda.
Semangatnya untuk terus berjuang demi Palestina mencerminkan komitmen yang kuat terhadap solidaritas kemanusiaan.
Global Sumud Flotilla: Misi dan Latar Belakang
Global Sumud Flotilla merupakan upaya internasional untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan dan mencoba menembus blokade Gaza.
Sejarah mencatat aksi serupa sebelumnya seperti Freedom Flotilla 2010, yang berujung pada peristiwa tragis pembantaian aktivis oleh militer Israel.
Istilah 'sumud' yang berarti keteguhan dalam bahasa Arab mencerminkan perlawanan tanpa kekerasan terhadap penindasan yang dialami oleh rakyat Palestina.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: