BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 13:15 WIB

Revolusi AI dalam Deteksi Dini Kanker: Akurasi Mencapai 92 Persen

Revolusi AI dalam Deteksi Dini Kanker: Akurasi Mencapai 92 PersenRevolusi AI dalam Deteksi Dini Kanker: Akurasi Mencapai 92 Persen

Kemutakhiran Artificial Intelligence (AI) kini telah merambah dunia medis, membawa harapan baru dalam deteksi kanker. Inovasi ini berhasil menghadirkan solusi yang lebih cepat dan akurat untuk diagnosis kanker, terutama di Indonesia.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Kolaborasi antara Siloam dan AstraZeneca meluncurkan perangkat lunak Qure.ai, bertujuan menekan angka kematian akibat kanker yang terus meningkat. Data Global Cancer Observatory mencatat lebih dari 22 ribu kematian akibat kanker payudara di Indonesia pada tahun 2020.

Inovasi Teknologi dalam Deteksi Kanker

Kerja sama antara Siloam dan AstraZeneca merupakan elemen kunci dalam usaha mengurangi angka kanker di Indonesia. Fokus utama kolaborasi ini adalah pada kanker payudara dan paru-paru, yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat.

Data menunjukkan bahwa kanker payudara menginfeksi lebih dari 150 ribu orang di Indonesia setiap tahunnya. Dengan memanfaatkan teknologi AI, dua perusahaan ini berupaya meningkatkan deteksi dini yang esensial untuk menangani penyakit ini.

Esra Erkomay, Country President AstraZeneca Indonesia, menegaskan, "Deteksi kanker pada tahap lebih awal tidak hanya meningkatkan angka kelangsungan hidup, tetapi juga mengurangi kompleksitas pengobatan."

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Akurasi AI dalam Mendeteksi Kanker Payudara

Teknologi AI berperan penting dalam klasifikasi HER2, yang menentukan jenis pengobatan untuk kanker payudara. Proses ini mencakup pengklasifikasian menjadi HER2 negatif, rendah, ultra-rendah, dan positif.

Dr. Jeffry Beta Tenggara, seorang dokter spesialis penyakit dalam, menjelaskan pentingnya identifikasi tepat jenis HER2. "Proses identifikasi jenis HER2 ini dapat mendukung pengambilan keputusan terapi yang lebih tepat dan tepat waktu," ujarnya.

Melalui data dari American Society of Clinical Oncology (ASCO), akurasi AI dalam mendeteksi kanker payudara disebutkan mencapai 92 persen, menandakan kemampuan teknologi tersebut dalam membantu diagnosis.

Peran AI dalam Deteksi Kanker Paru

AI juga telah diaplikasikan dalam deteksi kanker paru-paru, yang ditandai dengan pertumbuhan nodul di jaringan paru. Dampak dari kanker ini memperburuk kondisi kesehatan masyarakat, dan deteksi dini sangat krusial.

Proses diagnosis kanker paru biasanya memanfaatkan analisis CT scan untuk mendeteksi nodul yang sulit terlihat. Mengidentifikasi keberadaan nodul terkadang terganggu oleh struktur lain dalam gambar.

Dr. Dewi Tantra Hardiyanto, spesialis radiologi, mengungkapkan peran AI dalam diagnosis kanker paru. "AI ini membantu mengidentifikasi pemeriksaan yang kemungkinan normal atau tidak, jadi radiologi dapat mempercepat waktu dan lebih fokus pada kasus-kasus yang abnormal," jelasnya.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Revolusi AI dalam Deteksi Dini Kanker: Akurasi Mencapai 92 Persen

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!