BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 09 MARET 2026 • 12:57 WIB

Lonjakan Harga Minyak Dunia Melampaui USD 100 Per Barel Akibat Ketegangan Global

Lonjakan Harga Minyak Dunia Melampaui USD 100 Per Barel Akibat Ketegangan GlobalLonjakan Harga Minyak Dunia Melampaui USD 100 Per Barel Akibat Ketegangan Global

Harga minyak mentah dunia telah melampaui USD 100 per barel pada Minggu (8/3) akibat ketegangan yang semakin meningkat di Timur Tengah, khususnya konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kenaikan ini mencatatkan angka tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, memberikan dampak signifikan yang dirasakan oleh pasar keuangan global.

Penyebab Lonjakan Harga Minyak

Kenaikan harga minyak mentah ini disebabkan oleh meningkatnya kekhawatiran investor tentang dampak jangka panjang dari konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.

Harga minyak mentah acuan jenis Brent telah naik sebesar 12,63 persen menjadi USD 104 per barel, sedangkan minyak mentah AS mencatatkan kenaikan sebesar 14,7 persen.

Situasi ini dapat mengguncang pasar energi global, memicu inflasi, dan menimbulkan efek domino terhadap perekonomian, terutama di Amerika Serikat.

Reaksi Pemerintah dan Pihak Terkait

Dalam merespons lonjakan harga ini, pemerintah AS berusaha menenangkan kekhawatiran pasar dengan menyebutkan bahwa peningkatan harga bensin adalah 'gangguan kecil'.

Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa lonjakan harga minyak adalah 'pengalihan' yang telah diprediksi sebelumnya.

Meski demikian, Menteri Energi Chris Wright menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menyerang infrastruktur energi Iran, meskipun konflik terus berlanjut.

Dampak Ekonomi Global

Lonjakan harga minyak juga menciptakan dampak buruk pada perekonomian, secara khusus pada anggaran negara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan stres tes terkait dampak lonjakan harga minyak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Jika harga minyak bertahan di level rata-rata USD 92 per barel, defisit APBN dapat melebar hingga 3,6 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Selain itu, produksi minyak mulai berkurang karena produsen tidak memiliki ruang penyimpanan yang cukup, yang berpotensi mempengaruhi pasokan minyak di pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Lonjakan Harga Minyak Dunia Melampaui USD 100 Per Barel Akibat Ketegangan Global

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!