BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 03 MARET 2026 • 10:57 WIB

Transformasi Dunia Kerja: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Kecerdasan Buatan

Transformasi Dunia Kerja: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Kecerdasan BuatanTransformasi Dunia Kerja: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Kecerdasan Buatan

Kecerdasan buatan (AI) kini menjadi sorotan hangat dalam diskursus mengenai masa depan pekerjaan. PT Telkom Indonesia Tbk menekankan bahwa perubahan ini harus dipahami dalam konteks yang lebih mendalam.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Meskipun ada kekhawatiran akan dampak disrupsi, pihak Telkom percaya bahwa AI juga membuka peluang kerja baru yang harus dimanfaatkan.

Pergeseran Kompetensi dalam Era AI

Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, menekankan bahwa narasi mengenai AI yang menggantikan manusia tidak sepenuhnya akurat. Sebaliknya, pergeseran ini lebih kepada kompetensi yang dibutuhkan di pasar kerja yang terus berkembang.

Ia memperingatkan bahwa individu yang tidak mau beradaptasi dengan kemajuan teknologi AI akan lebih rentan terkena dampak. Dengan demikian, peningkatan kemampuan teknis menjadi kunci untuk menjaga relevansi di dunia kerja.

"Orang yang akan terdistrupsi adalah orang yang tidak menguasai AI," ujarnya, memberikan penekanan pada pentingnya pendidikan dan pelatihan teknis dalam menghadapi perubahan yang terjadi.

Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS

Peluang Baru di Tengah Disrupsi

Tidak hanya sekadar tantangan, AI juga membawa banyak peluang baru bagi para profesional. Telkom antusias mengajak masyarakat untuk aktif belajar dan memanfaatkan alat-alat AI yang tersedia saat ini.

Komang menyatakan, "Kita harus belajar meningkatkan kapabilitas kita terhadap tools-tools AI yang ada. Jadi jangan diam," meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelatihan dan pembelajaran berkelanjutan.

Dia memberikan contoh bahwa sektor jurnalisme pun harus beradaptasi dengan teknologi untuk tetap relevan dan kompetitif dalam industri yang berubah cepat.

Pekerjaan Repetitif dan Otomatisasi

Komang Budi Aryasa juga mengakui bahwa pekerjaan-pekerjaan yang bersifat repetitif sudah lama mulai digantikan oleh otomasi dan AI, đặc biệt di sektor manufaktur. Hal ini menunjukan perlunya perubahan dalam fungsi kerja menjadi lebih strategis.

"Pekerjaan-pekerjaan yang repeat ya, berulang, digantikan oleh AI, seperti di pabrik-pabrik itu kan sudah digantikan dengan robot ya," ujarnya. Ini menyoroti bagaimana teknologi dapat mengubah secara signifikan cara kita bekerja.

Di masa depan, keahlian dalam penguasaan alat-alat AI diharapkan akan memfasilitasi tenaga kerja untuk berkontribusi dalam sektor-sektor baru atau mengambil peran yang sebelumnya tidak ada.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Transformasi Dunia Kerja: Menghadapi Tantangan dan Peluang di Era Kecerdasan Buatan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!