Tragedi Keluarga Khamenei di Tengah Ketegangan Militer Global
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia setelah mengalami serangan militer yang diduga dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Sebelumnya, Mansoureh mengalami koma dan akhirnya menghembuskan napas terakhirnya, menambah deretan tragedi yang melanda keluarga pemimpin Iran tersebut.
Kematian Mansoureh terjadi setelah kabar duka mengenai meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, yang diumumkan sehari setelah serangan tersebut.
Menurut laporan dari media semi pemerintah Iran, Tasnim, serangan tersebut juga merenggut nyawa sejumlah anggota keluarga Khamenei, termasuk anak perempuan, menantu, dan cucunya.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
Tanggapan Iran terhadap serangan tersebut sangat cepat. Mereka meluncurkan serangan balasan ke arah pangkalan militer AS dan Israel yang ada di wilayah tersebut.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan mentoleransi agresi terhadap wilayah mereka, dan bersiap untuk mempertahankan kedaulatan negara.
Ketegangan yang meningkat ini berdampak luas, tidak hanya di kawasan Timur Tengah, tetapi juga mengundang perhatian dunia.
Masyarakat internasional mulai menyerukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan, agar potensi konflik lebih besar dapat dihindari.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: