Regulasi Baru Singapura untuk Atur Penjualan Blind Box Cegah Perjudian
Pemerintah Singapura berencana memberlakukan regulasi ketat terkait penjualan blind box untuk mengatasi risiko perjudian yang mengkhawatirkan di masyarakat.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Langkah ini diambil setelah peninjauan menyeluruh yang bertujuan untuk memitigasi risiko tersembunyi dalam model bisnis barang koleksi tersebut.
Blind box adalah kotak kemasan tertutup yang berisi barang koleksi secara acak, seperti action figure dan aksesori, di mana konsumen tidak mengetahui isi di dalamnya.
Kejutan ini menarik namun juga membawa risiko, terutama dalam meningkatkan potensi kecanduan perjudian.
Menteri Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menyatakan, "Kami telah mempelajari isu ini secara komprehensif dan memutuskan untuk memperkenalkan aturan baru untuk melindungi masyarakat dari risiko perjudian."
Regulasi yang sedang disusun diharapkan dapat mengelola risiko perjudian yang sering kali tersembunyi dalam bisnis barang koleksi acak.
Pasar blind box kini mengalami pertumbuhan yang pesat, dengan nilai pasar global mencapai 11,38 miliar dolar AS pada 2021 dan diprediksi meningkat menjadi 24,2 miliar dolar AS pada 2033.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Salah satu koleksi yang terkenal adalah Labubu dari Pop Mart, yang dipopulerkan oleh anggota grup K-pop Blackpink, Lisa, menggambarkan betapa besarnya ketertarikan masyarakat terhadap produk koleksi yang memiliki elemen kejutan.
Merek-merek lain seperti Mofusand dari Jepang dan Sonny Angels juga mendapatkan perhatian luas, melibatkan segmen pasar dari anak-anak hingga kolektor dewasa.
Ketersediaan produk yang bervariasi ini menambah daya tarik model bisnis blind box dengan menawarkan pengalaman yang unik bagi pembeli.
Mengacu pada regulasi di negara lain, seperti China yang melarang penjualan blind box kepada anak di bawah 8 tahun, Singapura berupaya menyusun regulasi serupa.
Kekhawatiran akan potensi kecanduan perjudian di kalangan anak-anak menjadikan regulasi ini semakin penting.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: