Proses Evakuasi Jenazah Pendaki di Gunung Slamet Tuntas
Jenazah Syafiq Ali, seorang pendaki yang hilang di Gunung Slamet, berhasil dievakuasi pada Kamis, 15 Januari 2026 setelah melalui proses yang penuh tantangan. Proses evakuasi dilakukan oleh tim relawan dan petugas resmi melalui jalur pendakian Gunung Malang di Purbalingga.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Setelah dievakuasi, jenazah Syafiq dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keberhasilan ini adalah hasil kerja sama yang baik antara tim relawan dan pihak berwenang dalam operasi evakuasi.
Tim relawan gabungan yang terdiri dari masyarakat setempat dan petugas resmi tiba di lokasi evakuasi pada pukul 14.25 WIB. Mereka mengerahkan semua kemampuannya untuk melakukan pemeriksaan dan mengevakuasi jenazah Syafiq Ali dari area yang terjal dan sulit dijangkau di Gunung Slamet.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah segera dibawa ke Rumah Sakit Purbalingga untuk dilakukan visum. Tindakan ini penting untuk mengetahui penyebab kematian dan memberikan kepastian kepada keluarga yang menunggu di lokasi.
Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya
Kedatangan jenazah Syafiq Ali di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, disambut dengan penuh kepedihan oleh warga setempat. Banyak di antara mereka yang hadir di lokasi tampak berbondong-bondong menunjukkan ekspresi duka, termasuk sejumlah wanita yang tidak dapat menahan air mata.
Dhani Rusman, ayah dari Syafiq Ali, terlihat tegar saat menunggu kedatangan jenazah putranya. Meskipun merasakan duka yang mendalam, Dhani mengungkapkan penerimaan ini dengan lapang dada, mencerminkan keteguhan hati seorang ayah.
Handika, perwakilan dari USS Basarnas Pemalang, menyatakan, 'Kami bersyukur, evakuasi berjalan lancar. Ini langsung dibawa ke rumah sakit Purbalingga.' Ucapan tersebut menunjukkan rasa syukur dari tim atas keberhasilan evakuasi yang dapat membantu keluarga mendapatkan kejelasan tentang kondisi Syafiq.
Evakuasi ini menjadi cermin usaha kolektif dari berbagai pihak dalam menyelamatkan pendaki yang menghadapi situasi darurat di alam yang penuh risiko, menunjukkan pentingnya kerjasama di antara tim penyelamat.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: