Mohamed Salah: Masa Depan yang Menggantung di Liverpool dan Minat Klub Arab Saudi
Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan potensi transfer Mohamed Salah ke klub-klub Arab Saudi dalam waktu dekat, dengan keputusan sepenuhnya berada di tangan sang pemain.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Performa Salah yang menurun di Liverpool membuatnya terpinggirkan, namun tawaran menggiurkan dari Arab Saudi tetap membuat masa depannya menjadi sorotan.
Mohamed Salah, penyerang asal Mesir, tengah menghadapi situasi sulit di Liverpool. Dalam beberapa pertandingan terakhir, dia merasa diperlakukan tidak adil, mengungkapkan bahwa dirinya merasa seperti 'dilempar ke kolong bus'.
Kebijakan manajer Liverpool, Arne Slot, untuk tidak memainkan Salah menyebabkan performanya terpuruk. Keberadaan Salah semakin terpinggirkan dalam skuad, menciptakan ketegangan antara pemain dan klub di tengah masa sulit.
Baca juga: Sejarah Baru: Adrian Wibowo Berdarah Campuran Pertama yang Bermain di MLS
Dalam situasi yang menegangkan, sejumlah klub besar di Arab Saudi tertarik merekrut Salah. Tawaran gaji yang bisa mencapai 150 juta Euro per tahun menambah spekulasi mengenai masa depan pemain berusia 33 tahun ini.
Fabrizio Romano menegaskan bahwa 'Arab Saudi adalah tujuan potensial Mo Salah jika dia pergi dari Liverpool di Januari atau bursa transfer selanjutnya'. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya minat klub-klub Arab Saudi terhadap Salah.
Romano juga menyoroti bahwa dalam dua hingga tiga tahun terakhir, Salah selalu menjadi target utama bagi klub-klub Arab Saudi. Namun, keputusan akhir mengenai masa depannya tetap berada di tangan Salah dan agennya.
"Masalah dengan Liverpool masih segar, dan saat ini, Salah atau agennya belum memulai negosiasi apa pun dengan klub-klub Liga Arab Saudi. Semuanya tergantung Salah sendiri," tutup Romano.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: