Menghindari Bahaya Microsleep saat Berkendara Jarak Jauh
Microsleep adalah bahaya serius yang sering mengintai pengemudi jarak jauh. Kejadian ini bisa terjadi dalam hitungan detik dan berpotensi fatal.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat
Untuk menjaga keselamatan selama perjalanan panjang, penting untuk memahami dan mencegah terjadinya microsleep.
Microsleep adalah periode tidur singkat yang tidak disadari, biasanya berlangsung hanya beberapa detik. Fenomena ini sering terjadi saat seseorang merasa sangat lelah dan tidak dapat berkonsentrasi.
Gejala microsleep bisa susah dikenali, seperti menguap berlebihan atau kehilangan fokus. Dalam situasi tertentu, hal ini dapat membuat pengemudi tidak menyadari lingkungan sekitarnya.
Menurut penelitian, microsleep dapat terjadi dalam waktu kurang dari 30 detik dan dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal microsleep menjadi langkah penting untuk menghindarinya.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Salah satu cara untuk mencegah microsleep adalah dengan memastikan cukup tidur sebelum bepergian. Idealnya, pengemudi harus tidur setidaknya tujuh jam sebelum mengemudikan kendaraan jarak jauh.
Pengaturan waktu perjalanan juga krusial. Hindari mengemudi pada jam-jam ketika tubuh cenderung merasa lelah, seperti malam hari, dan lakukan perjalanan di siang hari ketika tubuh lebih segar.
Menyediakan waktu untuk beristirahat secara berkala sangatlah dianjurkan. Sebaiknya, setelah setiap dua jam berkendara, berhenti sejenak untuk meregangkan otot dan menyegarkan pikiran.
Kini, tersedia banyak teknologi untuk membantu pengemudi dalam menjaga kewaspadaan. Salah satunya adalah sistem peringatan mengantuk yang terdapat pada mobil modern, yang dapat mengingatkan pengemudi saat tanda-tanda kelelahan muncul.
Selain itu, ada juga aplikasi smartphone yang menawarkan fitur pengingat untuk beristirahat. Ini dapat membantu pengemudi menjaga fokus dan meningkatkan tingkat kewaspadaan.
Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kebutuhan tidur yang cukup. Utamakan kesehatan sebelum melakukan perjalanan.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: