Tiga Warisan Budaya Indonesia Diakui UNESCO: Reog Ponorogo, Kolintang, dan Kebaya
Indonesia meraih pengakuan internasional dengan tiga warisan budayanya, yaitu Reog Ponorogo, kolintang, dan kebaya, yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji
Pengakuan ini menambah daftar warisan budaya Indonesia yang kini total mencapai 16 jenis, menandai langkah penting dalam pelestarian budaya lokal.
Penyerahan sertifikat Warisan Budaya Takbenda berlangsung di Museum Nasional, Jakarta, pada tanggal 2 Desember 2025. Acara ini dihadiri oleh berbagai perwakilan dari pemerintah dan komunitas.
Sertifikat tersebut diserahkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri kepada Kementerian Kebudayaan, yang kemudian menyerahkannya kepada Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) serta memberikan salinan sertifikat kepada pemerintah daerah dan komunitas.
Kegiatan ini menandakan keseriusan Indonesia dalam memperjuangkan pelestarian budaya dan pengakuan internasional atas warisan yang dimiliki.
Baca juga: Komnas HAM Konfirmasi Pelanggaran Hak Asasi Manusia Dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, menjelaskan bahwa pengakuan ini adalah hasil kerja sama semua pihak, dari pemerintah hingga komunitas. Ia menyatakan, 'Masuk dalam daftar UNESCO bukan akhir dari perjalanan. Justru awal dari sebuah tanggung jawab yang jauh lebih besar untuk upaya melestarikan, mengembangkan, serta memanfaatkannya bagi seluruh masyarakat.'
Pernyataan ini menunjukkan bahwa pengakuan tersebut bukan hanya sebagai pengakuan simbolis, tetapi juga sebagai dorongan untuk tindakan nyata dalam upaya pelestarian budaya.
Endah juga menekankan betapa pentingnya peran komunitas dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan. Ia menambahkan, 'Dan negara hadir untuk mendampingi, mendukung, serta memastikan bahwa upaya perlindungan warisan budaya ini berjalan secara berkelanjutan.'
Komitmen dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, diharapkan dapat membangun kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya pelestarian warisan budaya yang berharga ini.
Ke depannya, diharapkan setiap langkah dan capaian dalam pelestarian budaya dapat menjadi hasil dari gotong royong seluruh elemen masyarakat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Dinanti
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: