BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Senin, 27 OKTOBER 2025 • 10:30 WIB

Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengemuka Kembali

Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengemuka KembaliDugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengemuka Kembali

Isu terkait dugaan mark up dalam pengadaan kereta cepat Jakarta-Bandung, dikenal sebagai Whoosh, kembali mencuat di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menyatakan kesiapannya untuk memberikan keterangan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait hal tersebut.

Dugaan Mark Up Proyek Whoosh

Isu mengenai dugaan penggelembungan anggaran dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah kembali menjadi sorotan. Mahfud MD mengklaim bahwa biaya per satu kilometer untuk proyek tersebut mencapai 52 juta dolar Amerika Serikat, sedangkan di China hanya berkisar antara 17-18 juta dolar AS.

Pernyataan Mahfud tersebut disampaikan dalam video yang dipublikasikan di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025. Ia menekankan bahwa biaya proyek di Indonesia mengalami kenaikan yang signifikan, 'Naik tiga kali lipat', jelasnya, menyoroti perbedaan mencolok dari estimasi biaya yang dikeluarkan di negara lain.

Dugaan mark up ini telah menarik perhatian publik dan disikapi oleh KPK, yang menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti laporan aduan masyarakat terkait proyek ini.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Respons Mahfud MD terhadap KPK

Mahfud MD juga menyampaikan bahwa KPK seharusnya lebih proaktif menanggapi isu yang telah menjadi topik pembicaraan banyak pihak. 'Mestinya, KPK manggil orang yang ngomong sebelumnya, itu kan banyak banget dan punya data,' ungkapnya, menggarisbawahi kebutuhan akan keterlibatan lebih banyak pihak.

Ia menekankan pentingnya KPK untuk menggali informasi secara menyeluruh dan tidak hanya bergantung pada informasi darinya. Menurut Mahfud, ada banyak pihak yang dapat memberikan keterangan lebih lanjut tentang kebijakan yang diterapkan dalam proyek Whoosh.

Budi Prasetyo, juru bicara KPK, menanggapi dengan menyatakan bahwa mereka akan bertindak proaktif dalam menindaklanjuti aduan masyarakat tentang dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

Pernyataan Mahfud MD

Dalam penjelasannya, Mahfud menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proyek-proyek besar seperti Whoosh. Ia berpendapat bahwa publik berhak mendapatkan informasi yang jelas mengenai penggunaan anggaran negara yang dihimpun dari pajak.

Mahfud juga menolak untuk membuat laporan resmi kepada KPK, menyatakan, 'Kalau saya disuruh lapor, ngapain. Buang-buang waktu juga', menekankan bahwa ia merasa tidak memiliki kewajiban untuk melapor tentang dugaan mark up tersebut.

Dengan situasi ini, publik semakin menantikan bagaimana KPK akan menanggapi dan mengambil langkah konkret terhadap isu mark up yang menyangkut dugaan praktik korupsi dalam pengadaan proyek kereta cepat ini.

Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Dugaan Mark Up Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mengemuka Kembali

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!