BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 20:24 WIB

OpenAI Kembangkan Teknologi AI dengan Amazon: Meninggalkan Ketergantungan pada Microsoft

OpenAI Kembangkan Teknologi AI dengan Amazon: Meninggalkan Ketergantungan pada MicrosoftOpenAI Kembangkan Teknologi AI dengan Amazon: Meninggalkan Ketergantungan pada Microsoft

OpenAI, pengembang ChatGPT, baru-baru ini menandatangani kerja sama strategis senilai 38 miliar dollar AS dengan Amazon Web Services (AWS). Kerja sama ini menandai akhir ketergantungan OpenAI pada Microsoft sebagai penyedia layanan cloud utama.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Melalui kemitraan ini, teknologi kecerdasan buatan OpenAI akan dikembangkan di infrastruktur AWS, memperkenalkan generasi baru AI yang lebih efisien dan mudah diakses secara global.

Perubahan Dinamika dalam Kerja Sama OpenAI dan Microsoft

Sejak 2019, OpenAI telah memiliki hubungan eksklusif dengan Microsoft, yang berperan sebagai penyedia cloud dan investor utama. Dengan kemitraan terbaru ini, Microsoft tidak lagi menjadi satu-satunya penyedia layanan cloud bagi OpenAI.

CEO OpenAI, Sam Altman, menjelaskan, "Mengembangkan AI yang canggih membutuhkan sistem yang bisa diandalkan. Kemitraan kami dengan AWS dapat memperlancar misi kami." Penekanan ini menunjukkan kepercayaan OpenAI dalam infrastruktur AWS untuk mempercepat pengembangan teknologi AI.

Secara teknis, OpenAI akan memanfaatkan Amazon EC2 UltraServers yang dilengkapi dengan chip AI Nvidia terbaru. Hal ini memungkinkan OpenAI untuk menjalankan beragam beban kerja AI secara efisien, dari pelatihan model generatif baru hingga layanan inferensi untuk ChatGPT.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Rencana Ekspansi dan Peningkatan Kapasitas Komputasi

OpenAI dan AWS mengharapkan bahwa semua kapasitas yang disediakan akan aktif sebelum akhir 2026. Kemitraan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas kapasitas, namun juga menyediakan solusi jangka panjang hingga tahun 2027 dan seterusnya.

Amazon menjelaskan bahwa langkah ini vital dalam menjawab permintaan komputasi yang melonjak bagi pengembang model AI terdepan. Mereka menegaskan, "Kemajuan pesat teknologi AI telah menciptakan permintaan komputasi yang belum pernah terjadi sebelumnya."

Hal ini mencerminkan upaya OpenAI dalam memperkuat infrastruktur cloud-nya setelah merombak hubungan jangka panjang dengan Microsoft, yang sebelumnya menjadi mitra eksklusif.

Pengaruh Kerja Sama ini Terhadap Pelanggan dan Pengembangan AI

Kerja sama ini membawa dampak positif tidak hanya bagi OpenAI, tetapi juga bagi pelanggan AWS yang akan mendapatkan akses ke berbagai model AI. Beberapa perusahaan seperti Comscore dan Peloton kini dapat menggunakan model AI OpenAI untuk memenuhi kebutuhan operasional mereka.

OpenAI sebelumnya telah menyediakan model open weight di platform Amazon Bedrock, yang memungkinkan pengguna menjalankan alur kerja otomatis dan analisis ilmiah. Ini menunjukkan bahwa ekosistem AI terus berkembang dengan dukungan infrastruktur yang kuat.

Dengan statusnya yang kini berorientasi pada keuntungan, OpenAI dapat lebih leluasa dalam penggalangan modal untuk peningkatan teknologi AI ke depannya.

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

OpenAI Kembangkan Teknologi AI dengan Amazon: Meninggalkan Ketergantungan pada Microsoft

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!