BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 04 NOVEMBER 2025 • 20:26 WIB

Ditemukan Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim Signifikan

Ditemukan Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim SignifikanDitemukan Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim Signifikan

Spesies nyamuk Culex quinquefasciatus yang umum di negara tropis dan subtropis telah ditemukan di Pulau Jeju, Korea Selatan, untuk pertama kalinya. Temuan ini menandakan perubahan iklim yang signifikan dan kemungkinan dampaknya terhadap ekosistem lokal.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Pada tanggal 3 November, Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) mengumumkan bahwa sampel nyamuk yang dikumpulkan pada bulan Agustus mengindikasikan keberadaan spesies tersebut di wilayah tersebut.

Konfirmasi Keberadaan Nyamuk Tropis

Pejabat KDCA menyatakan bahwa meskipun belum jelas bagaimana nyamuk tersebut bisa tiba di Korea, negara ini kini menjadi lingkungan yang dapat dihuni oleh nyamuk tropis. "Kami akan memeriksa apakah spesies ini juga telah menyebar ke wilayah lain di luar Pulau Jeju pada musim berikutnya," ujar pejabat tersebut, dikutip dari The Straits Times.

Nyamuk Culex quinquefasciatus termasuk dalam kompleks spesies C. pipiens, yang merupakan jenis nyamuk rumah biasa yang ditemukan di berbagai wilayah di Asia, Eropa, dan Afrika. Namun, spesies ini umumnya hidup di daerah yang lebih hangat dibandingkan dengan Korea Selatan.

Meskipun ada catatan penelitian tahun 1956 yang menunjukkan bahwa spesies ini mungkin pernah ada di Korea Selatan, penemuan kali ini adalah konfirmasi nyata tentang keberadaan mereka di wilayah tersebut.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana

Perluasan Habitat Nyamuk di Pulau Jeju

KDCA mencatat bahwa dengan ditemukannya nyamuk tersebut di berbagai lokasi di Pulau Jeju, hal ini menunjukkan bahwa spesies ini telah berhasil membentuk habitat di Korea Selatan. Pemantauan yang lebih intensif akan dilakukan untuk mendeteksi potensi penyebaran penyakit yang mungkin ditularkan oleh nyamuk ini.

Hal ini konsisten dengan pola global di mana perubahan iklim memperluas jangkauan hewan berdarah dingin ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak sesuai untuk bertahan hidup. Ilmuwan memperkirakan bahwa fenomena ini bisa terjadi di tempat-tempat lain seiring meningkatnya suhu global.

Ditemukannya nyamuk ini di Korea Selatan sejalan dengan penemuan spesies serupa di negara lain, termasuk Islandia, di mana nyamuk Culiseta annulata pertama kali diidentifikasi. Spesies ini dikenal mampu bertahan di iklim yang lebih dingin.

Kaitan dengan Perubahan Iklim Global

Fenomena munculnya nyamuk tropis di daerah non-tropis mencerminkan realitas dampak perubahan iklim yang semakin meluas. Udara yang semakin hangat telah meningkatkan kemungkinan berkembang biaknya jenis hewan yang sebelumnya tidak dapat bertahan di iklim tersebut.

Menurut penelitian, nyamuk adalah hewan berdarah dingin dan lebih menyukai wilayah bersuhu hangat dengan suhu rata-rata di atas 28 derajat Celsius. Oleh karena itu, penemuan ini memperlihatkan bahwa ekosistem dapat mengalami perubahan yang signifikan.

Proses adaptasi nyamuk terhadap lingkungan baru ini masih akan dipantau untuk mencegah potensi risiko kesehatan masyarakat akibat penyebaran penyakit yang dapat ditularkan oleh spesies baru yang berkembang di wilayah tersebut.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ditemukan Nyamuk Tropis di Pulau Jeju: Tanda Perubahan Iklim Signifikan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!