Selasa, 28 APRIL 2026 • 11:47 WIB

Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi: Banyak Korban Berjatuhan

Author

Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi: Banyak Korban Berjatuhan

Kecelakaan tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur, mengakibatkan korban jiwa yang cukup banyak.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Insiden ini melibatkan kecelakaan antara Kereta Api Listrik (KRL) dan taksi Green SM yang terjepit di perlintasan rel.

Rangkaian Kejadian Kecelakaan

Pada malam Senin, 27 April, sekitar pukul 20.57 WIB, sebuah taksi Green SM terhenti di perlintasan rel di daerah Bulak Kapal, Bukit Duri. Taksi tersebut terjebak dan, sebelum sempat bergerak, tertabrak KRL yang melaju menuju Jakarta.

Akibatnya, KRL mengalami gangguan dan terpaksa menghentikan perjalanan menuju Cikarang. Kendaraan taksi yang terjebak menjadi awal dari insiden yang tidak terhindarkan ini.

Kecelakaan ini menunjukkan betapa berbahayanya situasi di perlintasan rel kereta yang tidak dijaga dengan baik.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Dampak Kecelakaan pada KA Argo Bromo Anggrek

Setelah KRL berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari belakang tidak mampu menghentikan laju keretanya dan menabrak KRL. Benturan yang keras mengakibatkan kerusakan parah pada bagian belakang KRL.

Bagian lokomotif KA Bromo Anggrek bahkan merangsek masuk ke dalam badan gerbong belakang KRL, menambah parah keadaan.

Kecelakaan ini tentu memberikan dampak besar bagi penumpang di kedua kereta yang terlibat sekarang harus dirawat di rumah sakit juga.

Pernyataan Resmi dari Pihak Terkait

Franoto Wibowo, Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, mengonfirmasi bahwa insiden ini bermula dari taksi yang terjebak di perlintasan dekat Bulak Kapal. Hal ini menuntut perhatian khusus dari pihak berwenang terkait keselamatan di jalur kereta.

Perusahaan taksi Green SM Indonesia juga memberikan tanggapan, stating, 'Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung.'

Hingga 28 April, tercatat 14 orang meninggal dunia dan yang selamat mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit terdekat, menunjukkan betapa seriusnya insiden ini.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Temui Pimpinan Serikat Pekerja: Diskusi Aksi Buruh dan RUU Perampasan Aset

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU