Selasa, 21 APRIL 2026 • 18:41 WIB

Indonesia Siap Hentikan Impor Solar dan Terapkan Biodiesel B50 di 2026

Author

Indonesia Siap Hentikan Impor Solar dan Terapkan Biodiesel B50 di 2026

Indonesia memutuskan untuk menghentikan impor solar mulai 1 Juli 2026 dalam upaya kemandirian energi nasional.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Keputusan ini juga mencakup penerapan biodiesel berbasis kelapa sawit, yakni B50, yang diharapkan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Kemandirian Energi dari Sawit

Langkah penghentian impor solar ini diambil untuk memperkuat kemandirian energi nasional, dengan beralih ke penggunaan biodiesel B50 yang berbasiskan kelapa sawit.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, 'Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk.' Komitmen ini menunjukkan upaya pemerintah dalam memanfaatkan sumber daya domestik.

Amran juga menjelaskan bahwa transformasi kelapa sawit tidak hanya sebatas pada produksi solar. 'Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,' tambahnya, menunjukkan potensi besar kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Kerja Sama dengan PTPN IV

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah menjalin kerjasama dengan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) untuk mengembangkan bensin berbasis sawit dalam skala kecil.

'Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,' ungkap Amran. Hal ini mencerminkan optimisme pemerintah dalam mengembangkan industri berbasis sawit untuk mendukung kemandirian energi.

Dengan adanya inovasi dan kolaborasi, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar dari luar negeri.

Inovasi Teknologi Pertanian

Dalam kunjungannya ke Surabaya, Amran meninjau berbagai inovasi teknologi pertanian, termasuk traktor listrik yang lebih efisien sebagai bagian dari transformasi pertanian.

'Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat,' jelas Amran mengenai efisiensi penggunaan traktor listrik.

Kementerian Pertanian RI telah memesan 10 unit traktor listrik untuk uji coba, sebagai langkah untuk meningkatkan produktivitas pertanian tanpa mengandalkan bahan bakar fosil.

Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU