Kamis, 09 APRIL 2026 • 16:17 WIB

Ketegangan Meningkat: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon

Author

Ketegangan Meningkat: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan Israel di Lebanon

Kurang dari sehari setelah pengumuman gencatan senjata, Iran mengambil langkah tegas dengan menutup Selat Hormuz. Ini adalah respons terhadap serangan udara Israel yang menimbulkan korban jiwa signifikan di Lebanon.

Baca juga: Desta Dukung Tuntutan 17+8, Ingatkan Prabowo untuk Jalankan Janji

Serangan yang dilaporkan tersebut mengakibatkan 254 kematian dan lebih dari seribu orang terluka, mengakibatkan ketegangan yang semakin tinggi di kawasan itu.

Gencatan Senjata AS-Iran yang Terancam

Dalam beberapa waktu terakhir, AS dan Iran baru saja sepakat untuk gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan ini dianggap sebagai peluang untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur perdagangan energi utama di dunia.

Namun, serangan yang diluncurkan oleh militer Israel dengan lebih dari 100 serangan dalam satu malam mengacaukan harapan akan perdamaian. Hal ini menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam di Lebanon.

Badan Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan bahwa sebelum larut fajar, setidaknya 254 orang telah tewas, menambah daftar korban dari konflik yang berkepanjangan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?

Reaksi Pemerintah Lebanon dan Internasional

Menteri Kesehatan Lebanon, Rakan Nassereddine, menyampaikan keprihatinan terhadap situasi kesehatan yang memburuk dan mendesak dukungan internasional. "Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Lebanon," ungkapnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menunjukkan dukungannya terhadap gencatan senjata, namun menekankan bahwa Lebanon tidak tercakup dalam kesepakatan tersebut. "Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan serangan," jelasnya.

Pernyataan ini semakin menegaskan kompleksitas hubungan di kawasan yang sudah tegang.

Pandangan AS Terhadap Penutupan Selat Hormuz

Pemerintah AS menyatakan pentingnya untuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai langkah strategis. Karoline Leavitt, Sekretaris Pers Gedung Putih, menyampaikan bahwa penutupan ini tidak bisa diterima.

"Saya akan mengulangi harapan dan tuntutan presiden agar Selat Hormuz dibuka kembali segera, cepat, dan aman," katanya.

Presiden Trump turut memberikan dukungannya terhadap tindakan Israel, menegaskan bahwa Hizbullah tidak termasuk dalam gencatan senjata yang dicapai dengan Iran. Ini menunjukkan bahwa ketegangan di kawasan ini masih jauh dari mereda.

Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran Mahasiswa Dijadwalkan pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU