Selasa, 10 MARET 2026 • 14:35 WIB

Dua Spesies Ngengat Baru Endemik Ditemukan di Indonesia

Author

Dua Spesies Ngengat Baru Endemik Ditemukan di Indonesia

Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dua spesies ngengat baru yang hanya dapat ditemukan di Indonesia, yakni Glyphodella fojaensis dan Chabulina celebesensis.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Temuan ini menambah pentingnya catatan biodiversitas di tanah air serta memperlihatkan kekayaan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia.

Identifikasi dan Nama Spesies

Dua spesies ngengat baru tersebut adalah Glyphodella fojaensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026 dan Chabulina celebesensis Sutrisno & Ubaidillah, 2026. Nama-nama ini diberikan berdasarkan hasil penelitian oleh kedua peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Hari Sutrisno dan Rosichon Ubaidillah.

Glyphodella fojaensis menjadi satu-satunya spesies dari genus Glyphodella yang tercatat di Indonesia. Selain itu, Chabulina celebesensis juga diakui sebagai spesies endemik baru yang berasal dari Sulawesi.

Baca juga: Kerusuhan Pecah di Tamansari, Bandung: Detail Kejadian dan Tanggapan Kampus

Karakter Morfologi

Menurut Rosichon Ubaidillah, karakter morfologi kedua spesies ngengat ini memiliki keunikan tersendiri, terutama pada pola sayap serta struktur genitalia. "Glyphodella fojaensis memiliki bercak kuning berbentuk bulat pada sayap depan, serta structure genitalia jantan yang berbeda dari spesies kerabatnya," ungkap Ubaidillah.

Sementara itu, Chabulina celebesensis dikenali dengan pola garis yang menghiasi sayapnya dan bentuk genitalia yang spesifik. Karakteristik ini menjadi dasar penetapan keduanya sebagai spesies baru dalam ranah ilmiah.

Upaya Pelestarian dan Penelitian Lanjutan

Proses penelitian yang dilakukan mencakup penggunaan perangkap cahaya untuk mengumpulkan spesimen yang kemudian diperiksa dengan mikroskop. Seluruh koleksi spesimen tersebut disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense sebagai bagian dari koleksi nasional Indonesia.

Keberadaan kedua spesies ini mencerminkan keanekaragaman serangga yang signifikan di Indonesia, khususnya dari kelompok ngengat famili Crambidae. Peneliti menekankan pentingnya perlindungan terhadap ekosistem hutan di Papua dan Sulawesi untuk memastikan kelestarian spesies-spesies endemik tersebut.

Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU