Honda Super One, kendaraan listrik yang tengah menjalani uji coba di Indonesia, berpotensi menggunakan nama 'Brio EV'. Namun, pihak Honda hingga kini belum membuat keputusan final mengenai penamaan produk ini.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia
Yusak Billy, Direktur Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor, menegaskan bahwa penamaan kendaraan dapat bervariasi tergantung pada strategi pemasaran yang diterapkan di masing-masing negara.
Uji Coba dan Dimensi Honda Super One
Honda Super One memiliki dimensi yang kompak, dengan panjang 3.589 mm, hanya 200 mm lebih pendek daripada Honda Brio. Kendaraan ini dirancang khusus untuk mengoptimalkan penggunaan di lingkungan perkotaan.
Saat ini, Super One telah melalui serangkaian uji coba di Indonesia yang menunjukkan hasil positif, memberikan harapan akan peluncurannya dalam waktu dekat.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Bertemu Mahasiswa, Bahas Isu Tunjangan dan Investigasi
Ketidakpastian Nama Final
Yusak Billy menyatakan, 'Saya belum bisa menyebut nama (finalnya) ya. Kalau itu (Brio EV) kamu yang bicara ya,' menegaskan bahwa nama yang diberikan kepada kendaraan ini masih dibahas. Penamaan produk sering dipertimbangkan berdasarkan strategi pemasaran dan karakteristik pasar lokal.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada spekulasi mengenai nama 'Brio EV', keputusan akhir masih dalam proses penentuan.
Peluncuran Tahun Ini
Billy juga menegaskan bahwa Honda Super One dijadwalkan untuk diluncurkan di Indonesia tahun ini. Kendaraan ini telah terdaftar di Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta untuk tahun 2026 dengan nilai jual yang tersimpan.
Nilai jual tercatat sekitar Rp 257 juta, namun angka ini belum tentu merefleksikan harga resmi saat peluncuran produk.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: