Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengkonfirmasi negaraannya siap memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dan Israel dalam menghadapi ancaman dari Iran.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Menghebohkan
Pengumuman itu dibuat setelah Inggris menerima permintaan resmi dari AS untuk memanfaatkan pangkalan militer di Timur Tengah untuk menjaga keamanan regional.
Dukungan Hingga Pertahanan Kolektif
Starmer menekankan bahwa bantuan ini bertujuan untuk melindungi warga sipil dan memastikan stabilitas negara-negara yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Dalam penjelasannya, ia menyatakan bahwa dukungan ini dilandasi oleh prinsip pertahanan diri kolektif dan hubungan jangka panjang dengan AS dan Israel.
"Kami telah mengambil keputusan untuk menerima permintaan ini guna mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris," ujar Starmer dalam sebuah video pada tanggal 1 Maret.
Keputusan ini menunjukkan komitmen Inggris dalam menghadapi ancaman yang ditimbulkan oleh Iran.
Situasi yang Memanas di Timur Tengah
Starmer menegaskan bahwa keputusan Inggris bukan merupakan langkah ofensif, melainkan dukungan dalam konteks pertahanan.
Baca juga: 5 Kota di Indonesia yang Pas untuk Liburan Sendirian
"Kami tidak terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang," jelasnya.
Sebelumnya, Starmer sempat menolak penggunaan pangkalan militer di Inggris untuk melancarkan serangan, namun situasi terbaru memaksa pemerintah untuk mempertimbangkan kembali strategi yang ada.
Serangan terhadap Iran oleh AS dan Israel telah mengakibatkan banyak kerugian, termasuk kematian pejabat tinggi Iran dan lebih dari 200 korban jiwa.
Risiko yang Dihadapi Inggris dan Sekutu
Starmer menghighlight bahwa serangan Iran belakangan ini berpotensi membahayakan kepentingan Inggris di dalam dan luar negeri.
Ia merujuk pada serangan-serangan baru-baru ini yang menyasar lokasi-lokasi vital, termasuk bandara yang sering digunakan oleh warga Inggris.
"Ini jelas merupakan situasi yang berbahaya," kata Starmer, menekankan pentingnya bagi Inggris untuk waspada terhadap potensi ancaman dari Iran.
Setelah kematian Khamenei, diperkirakan kepemimpinan Iran akan semakin agresif, yang dapat berujung pada serangan lebih besar ke negara-negara lain di wilayah Timur Tengah.
Baca juga: Penjarahan di Rumah Eko Patrio, Polisi Selidiki Kasus Tersebut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: