Senin, 02 MARET 2026 • 13:37 WIB

Analisis Tren Inflasi Ramadan 2022-2026: Dampak Komoditas dan Emas

Author

Analisis Tren Inflasi Ramadan 2022-2026: Dampak Komoditas dan Emas

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengungkapkan tren inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) selama Ramadan dari tahun 2022 hingga 2026 menunjukkan pola yang menarik.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Meskipun inflasi di Ramadan 2026 tampak lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, faktor-faktor penyebabnya tetap kompleks dan beragam.

Perbandingan Inflasi Ramadan Selama Lima Tahun

Data yang dikeluarkan oleh BPS menunjukkan inflasi saat Ramadan selalu menjadi sorotan. Dalam lima tahun terakhir, momen tertinggi inflasi terjadi pada tahun 2025 dengan angka mencapai 1,65%.

Pada tahun 2026, inflasi tercatat lebih rendah, namun tetap didominasi oleh faktor-faktor penyebab yang signifikan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa fluktuasi ini diakibatkan oleh komoditas bergejolak dan harga emas.

Baca juga: Lari Malam: Manfaat, Risiko, dan Tips Keamanan

Dampak Inflasi Emas di Ramadan 2026

Inflasi emas menjadi salah satu pendorong utama inflasi di bulan Ramadan 2026. Berdasarkan data BPS, inflasi emas tercatat mencapai 0,19% dan menunjukkan kontribusi signifikan sejak tahun 2024.

Pada Februari 2026, inflasi emas mengalami kenaikan tahunan sampai 8,42%, yang menjadi perhatian bagi daya beli masyarakat. Fenomena ini berdampak langsung terhadap inflasi keseluruhan, menambah tantangan bagi pengelolaan ekonomi.

Komoditas Bergejolak dan Penyebab Inflasi

Inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh emas, tetapi juga oleh berbagai komoditas bergejolak lainnya. Ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengendalikan inflasi selama Ramadan.

BPS menegaskan bahwa makanan, minuman, dan tembakau merupakan penyumbang utama inflasi pada periode ini. Permintaan yang meningkat menjelang hari raya jadi faktor utama perubahan harga, yang perlu dicermati untuk menjaga kestabilan perekonomian.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU