Senin, 02 MARET 2026 • 12:56 WIB

Badai Matahari dan Gempa Bumi: Sebuah Penelitian yang Mengguncang Pemahaman Ilmiah

Author

Badai Matahari dan Gempa Bumi: Sebuah Penelitian yang Mengguncang Pemahaman Ilmiah

Sebuah studi baru memicu perdebatan dengan mengusulkan keterkaitan antara badai Matahari dan gempa bumi di Bumi. Penelitian yang dipublikasikan dalam International Journal of Plasma Environmental Science ini mengklaim bahwa badai Matahari dapat memicu gempa bumi melalui pengaruhnya pada ionosfer.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China untuk Merayakan 80 Tahun Kemenangan Rakyat

Para peneliti berpendapat bahwa perubahan di ionosfer dapat memengaruhi stabilitas zona patahan, tetapi tidak semua ilmuwan sepakat dengan temuan ini. Kritikus menyatakan bahwa metodologi yang digunakan dalam penelitian tersebut mungkin terlalu menyederhanakan fenomena kompleks ini.

Pengaruh Ionosfer dan Badai Matahari

Studi ini menjelaskan bahwa badai Matahari dapat mengganggu ionosfer, yang merupakan lapisan atmosfer dengan partikel bermuatan listrik. Gangguan ini diduga memiliki dampak pada stabilitas garis patahan yang rawan terjadi gempa.

Peneliti mengklaim bahwa perubahan ionosfer dapat menyebabkan peningkatan gaya listrik dalam kerak Bumi. Jika pengaruh ini dapat diverifikasi, maka mungkin akan ada perubahan dalam pandangan ilmiah mengenai risiko gempa bumi yang selama ini diabaikan.

Baca juga: Djokovic Melaju ke Semifinal US Open 2025 Usai Kalahkan Fritz

Kritik terhadap Metodologi Penelitian

Meskipun studi ini menarik perhatian, banyak ilmuwan meragukan validitas hasilnya. Beberapa peneliti berpendapat bahwa model yang digunakan dalam penelitian tersebut terlalu disederhanakan dan tidak mempertimbangkan kompleksitas geologi yang ada.

Victor Novikov, seorang geofisikawan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, menyatakan, "Hasil pengamatan yang ada tidak mendukung ide yang diajukan dalam penelitian ini." Ia berpendapat bahwa model yang diterapkan tidak mencerminkan resistansi lapisan batuan yang berpotensi menekan medan listrik.

Hubungan Antara Cuaca Antariksa dan Gempa Bumi

Penelitian ini berupaya menunjukkan bahwa terdapat koneksi antara aktivitas letusan Matahari dan terjadinya gempa bumi tertentu. Misalnya, saat gempa di Semenanjung Noto terjadi pada tahun 2024, aktivitas letusan matahari juga berada pada puncaknya.

Walaupun banyak ilmuwan skeptis terhadap hubungan yang diusulkan, para peneliti menegaskan pentingnya penelitian lanjutan. Mereka berpendapat bahwa masih ada harapan untuk menemukan hubungan antara cuaca antariksa dan fenomena geologi di masa mendatang.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU