Navigasi darurat tanpa GPS kini menjadi keterampilan vital yang perlu dikuasai. Di era teknologi yang serba tergantung pada gadget, kehilangan arah saat perangkat tidak berfungsi bisa terjadi kapan saja.
Baca juga: Kemenperin: Izin Penjualan iPhone 17 Belum Diterima, Namun Investasi Apple Terus Berjalan
Menguasai metode navigasi tradisional dapat menjadi penyelamat dalam situasi darurat. Pengetahuan ini tidak hanya bermanfaat, tetapi juga bisa menyelamatkan nyawa.
Memahami Arah dan Poin Rujukan
Salah satu keterampilan dasar dalam navigasi adalah mengetahui arah mata angin. Penggunaan benda-benda alam, seperti posisi matahari, dapat membantu dalam menentukan arah yang tepat.
Sebagai contoh, matahari terbit di timur dan terbenam di barat. Dengan memperhatikan posisi matahari di siang hari, seseorang dapat memperkirakan arah sesuai dengan waktu yang ada.
Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Menggunakan Peta dan Kompas
Peta dan kompas merupakan alat klasik yang tidak tergantikan ketika GPS mengalami masalah. Peta memberikan gambaran umum mengenai suatu area, sedangkan kompas berfungsi untuk menentukan arah.
Penting untuk memahami cara membaca peta dan menggunakan kompas dengan efektif. Dengan mengetahui titik koordinat pada peta, Anda bisa menetapkan rute yang lebih aman.
Teknik Navigasi Alam
Teknik navigasi yang mengandalkan alam, seperti menandai pohon, batu, atau fitur geografi lainnya, sangat berfungsi dalam membantu Anda mengingat rute yang telah dilalui. Metode ini menjadi penting saat tidak ada alat elektronik yang dapat digunakan.
Selain itu, menggunakan pola bintang pada malam hari dapat memberikan panduan. Sebagai contoh, Bintang Utara dapat berfungsi sebagai penanda posisi utara saat langit cerah.
Baca juga: Kunto Aji Kritik Status Selebriti di DPR: Semua Harus Akuntabel
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: