Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negara tersebut tidak berupaya untuk mengembangkan senjata nuklir. Pernyataan ini disampaikan menjelang negosiasi dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Swiss.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Dalam konteks meningkatnya ketegangan, Pezeshkian menyerukan persatuan rakyat Iran untuk menghadapi ancaman tindakan militer dari AS.
Pernyataan Tegas dari Iran
Dalam pidatonya pada tanggal 26 Februari 2026, Masoud Pezeshkian menyampaikan, "Pemimpin Tertinggi kami telah menyatakan bahwa kami sama sekali tidak akan memiliki senjata nuklir." Pernyataan ini mencerminkan komitmen Iran untuk mengikuti jalur yang telah ditetapkan.
Pezeshkian juga menegaskan, "Bahkan jika saya ingin bergerak ke arah itu, saya tidak bisa -- dari sudut pandang doktrin, saya tidak akan diizinkan." Ini menunjukkan bahwa posisi Iran terhadap senjata nuklir sangat terikat pada prinsip-prinsip yang dipegang.
Baca juga: Kunto Aji: Tanggung Jawab Anggota DPR Harus Ditegaskan
Tanggapan Terhadap Ancaman Militer AS
Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya telah mengingatkan bahwa aksi militer akan dipertimbangkan jika negosiasi gagal. Ia menyatakan di acara Fox News, "Anda tidak bisa membiarkan rezim paling gila dan terburuk di dunia memiliki senjata nuklir."
Vance menekankan bahwa Presiden Trump mempunyai "hak" untuk mempertimbangkan opsi penggunaan kekuatan militer dalam situasi yang dianggap perlu, yang menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan Iran.
Seruan untuk Persatuan
Presiden Iran menegaskan pentingnya persatuan rakyat dalam menghadapi potensi serangan dari AS. Terkait hal tersebut, Pezeshkian menyampaikan bahwa, "Jika kita bersatu dan bergandengan tangan, tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan kita."
Pernyataan ini menyoroti pentingnya solidaritas masyarakat Iran dalam menghadapi tantangan eksternal dan komitmen negara untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Momen Sederhana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: