Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 15:16 WIB

Perkiraan Kerugian Ukraina Capai Rp 9,8 Kuadriliun Akibat Invasi Rusia

Author

Perkiraan Kerugian Ukraina Capai Rp 9,8 Kuadriliun Akibat Invasi Rusia

Ukraina diperkirakan membutuhkan dana sebesar 588 miliar dolar AS, atau setara dengan Rp 9,8 kuadriliun, untuk membangun kembali negara setelah dampak invasi Rusia. Angka ini diungkap dalam laporan terbaru oleh Bank Dunia yang dirilis pada 23 Februari 2026.

Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran

Kenaikan kebutuhan pemulihan ini tercatat 12 persen lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, disebabkan oleh peningkatan serangan Rusia yang menargetkan infrastruktur energi, menyebabkan jutaan penduduk kehilangan akses terhadap layanan dasar.

Kenaikan Estimasi Kebutuhan Pemulihan

Laporan bersama dari Bank Dunia, pemerintah Ukraina, PBB, dan Komisi Eropa menunjukkan bahwa biaya pemulihan Ukraina mengalami lonjakan signifikan. Angka yang melonjak ini seiring dengan serangan Rusia yang menyebabkan kehancuran yang lebih parah pada infrastruktur dan ekonomi negara tersebut.

Sumber-sumber dana yang berasal dari sekutu Barat umumnya digunakan untuk mendukung operasional perang dan stabilitas ekonomi. Hal ini mengakibatkan sangat sedikit dana yang tersedia untuk upaya pemulihan pascakonflik yang berkepanjangan.

Baca juga: Penangkapan Direktur Lokataru: Kontroversi dan Dampaknya

Dampak Serangan Terhadap Infrastruktur

Serangan yang intensif dari Rusia, terutama pada infrastruktur energi, membuat banyak warga Ukraina kehilangan akses terhadap listrik dan pemanas. Menurut laporan, hingga akhir tahun 2025, satu dari tujuh rumah di Ukraina dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat perang.

Sektor transportasi menjadi yang paling parah terkena dampak, dengan perkiraan biaya rekonstruksi mencapai 96 miliar dolar AS. Selain itu, sektor energi dan perumahan masing-masing diperkirakan memerlukan investasi sebesar 90 miliar dolar AS.

Bantuan dari Sekutu dan Rencana Pinjaman

Data dari Institut Kiel mengungkap bahwa sekutu Barat telah mengalokasikan lebih dari 400 miliar dolar AS, sekitar Rp 6,7 kuadriliun, dalam bentuk bantuan keuangan dan militer sejak awal invasi. Pinjaman Uni Eropa yang direncanakan sebesar 106 miliar dolar AS akan digunakan sebagian besar untuk menutupi pengeluaran militer.

Pentingnya manajemen bahaya bahan peledak serta pembersihan puing-puing juga menjadi catatan penting, yang memerlukan dana sekitar 28 miliar dolar AS. Untuk pemulihan ibu kota Kyiv sendiri, dananya diperkirakan lebih dari 15 miliar dolar AS untuk mengembalikan kondisi laik huni.

Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU