Kepemimpinan Kim Jong-un di Partai Buruh Korea Utara kembali terkonfirmasi dalam Kongres Kesembilan yang dihelat di Pyongyang pada 22 Februari 2026.
Baca juga: Pecat Anggota Polri Terkait Kematian Ojol, Kompol Cosmas Kaju Gae Jadi Sorotan
Namun, ketidakhadiran putrinya, Kim Ju Ae, dalam acara tersebut menimbulkan berbagai spekulasi terkait perannya di masa depan.
Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea
Kongres Kesembilan Partai Buruh Korea Utara dihadiri oleh sekitar 5.000 delegasi dan memastikan pemilihan kembali Kim Jong-un sebagai Sekretaris Jenderal.
Menurut Media pemerintah Korea Utara, KCNA, kepemimpinan Kim dianggap telah mengangkat prestise negara dan memperkuat kekuatan militernya.
KCNA menyampaikan, 'Di bawah kepemimpinannya, daya tangkal perang negara dengan kekuatan nuklir sebagai porosnya telah meningkat secara radikal.' Pengukuhan ini mencerminkan stabilitas rezim Kim Jong-un.
Meskipun pengukuhan ini dianggap sebagai bentuk konsolidasi kekuasaan, perhatian publik lebih tertuju pada ketidakhadiran Kim Ju Ae, yang sebelumnya sering menemani ayahnya dalam berbagai acara penting.
Spekulasi Mengenai Kim Ju Ae
Ketidakhadiran Kim Ju Ae dalam kongres ini menimbulkan opini beragam mengenai masa depannya dan perannya dalam politik Korea Utara.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah Pyongyang mengenai alasan absennya putri pemimpin tersebut.
Analis dari Kyungnam University, Lim Eul-chul, menyatakan bahwa pemilihan kembali Kim menunjukkan stabilitas kekuasaan yang semakin menguat, dengan mengatakan, 'Ini sama saja dengan deklarasi bahwa Kim Jong Un telah mengakhiri ‘mode manajemen krisis’ rezim dan memasuki fase pemerintahan jangka panjang yang stabil dan percaya diri.'
Selain itu, kongres ini juga memperkenalkan anggota baru di dalam Komite Sentral, meskipun rincian lebih lanjut mengenai pergeseran ini masih belum diketahui publik.
Tindak Lanjut dan Pengawasan Internasional
Kongres ini mendapatkan perhatian besar dari Korea Selatan yang terus memantau kebijakan domestik dan luar negeri Korea Utara pasca kongres.
Walau belum ada pengumuman kebijakan signifikan dari pertemuan ini, banyak sesi yang menyoroti keberhasilan Kim dalam menangani krisis ekonomi yang melanda negara.
Perubahan dalam struktur internal partai mengundang perhatian mengenai distribusi kekuatan politik ke depan.
Pengamat internasional menilai masa ini penting untuk menyaksikan dinamika di dalam pemerintahan Korea Utara dan bagaimana arah kepemimpinan Kim Jong-un akan terbentuk.
Baca juga: Respons Google Terkait Isu Keamanan Gmail dan Phishing
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: