Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 14:25 WIB

Langkah Indonesia Mengimpor Bioetanol dari AS Berdasarkan Perjanjian Baru

Author

Langkah Indonesia Mengimpor Bioetanol dari AS Berdasarkan Perjanjian Baru

Indonesia diharuskan untuk melakukan impor bioetanol dari Amerika Serikat setelah terjalinnya Perjanjian Perdagangan Timbal Balik yang baru-baru ini disepakati.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Kesepakatan tersebut menetapkan bahwa Indonesia akan menerima etanol untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan bakar transportasi, mulai dari campuran 5 persen pada tahun 2028 dan meningkat menjadi 10 persen pada tahun 2030.

Perjanjian Perdagangan Timbal Balik

Perjanjian ini menjadi tonggak baru dalam hubungan dagang antara kedua negara dan secara jelas mengharuskan Indonesia menerima impor etanol dari AS.

Dalam Annex III dari perjanjian tersebut, dinyatakan bahwa Indonesia tidak akan melakukan tindakan yang menghambat impor bioetanol dari Amerika, sesuai dengan ketentuan di Artikel 2.23 yang menyebutkan, 'Indonesia tidak akan menerapkan atau mempertahankan tindakan apa pun yang mencegah impor bioetanol AS.'

Implikasi Kebijakan Campuran Bioetanol

Kesepakatan ini memberikan target ambisius bagi Indonesia untuk mencampurkan bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga 20 persen pada tahun 2028.

Baca juga: Manchester United Rekrut Kiper Senne Lammens di Detik Terakhir Bursa Transfer

Pemerintah telah menyatakan, 'Indonesia akan berupaya menerapkan kebijakannya dalam penggunaan campuran bioetanol dalam bahan bakar transportasi hingga 20 persen bioetanol (E20), dengan mempertimbangkan ketersediaan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung.'

Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar minyak, yang saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan produksi domestik.

Langkah Strategis dalam Produksi Etanol

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya produksi bioetanol untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.

Ia menyatakan, 'Sampai ayam tumbuh gigi, kalau enggak kita kreatif untuk membuat ini, enggak akan bisa kita dalam negeri semua.'

Dalam konteks yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan bahwa pemerintah mendorong produksi etanol berbasis biomassa sebagai campuran bahan bakar bensin.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU