Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 17:18 WIB

Penyekapan Lima Warga Bangladesh di Vila Buleleng: Satu Korban Berhasil Melarikan Diri

Author

Penyekapan Lima Warga Bangladesh di Vila Buleleng: Satu Korban Berhasil Melarikan Diri

Lima pria warga negara Bangladesh diduga menjadi korban penyekapan di sebuah vila di Desa Pemuteran, Kabupaten Buleleng, Bali. Kasus ini terungkap setelah salah satu korban berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan.

Baca juga: Sidang Kode Etik Polri Terkait Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Kepala Seksi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengkonfirmasi identitas kelima korban yang berusia antara 24 hingga 41 tahun, dan menyebut pelaku berinisial Nuruzzaman alias Rajib.

Kronologi Penyekapan

Kelima korban awalnya dijanjikan pekerjaan di Australia oleh pelaku, yang juga merupakan warga Bangladesh. Mereka diminta untuk datang ke Bali sebelum dapat dikirim ke Australia.

Para pria tersebut tiba di Bali pada 19 Januari 2026, namun mengalami penyekapan di vila sejak 16 Februari 2026. Selama periode tersebut, mereka dikurung dan diancam menggunakan senjata tajam.

Iptu Yohana mengungkapkan, "Korban diikat dan dilakban. Pelaku juga sempat mengancam menggunakan pisau."

Baca juga: Pelatih Timnas Korea Selatan U-23 Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Pengungkapan Kasus

Kasus penyekapan ini tidak terdeteksi oleh pihak manajemen vila hingga salah satu korban berhasil melarikan diri. Korban yang melarikan diri menuju Komando Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Rindam IX/Udayana untuk meminta bantuan.

Setelah menerima laporan, pihak Dodiklatpur berkoordinasi dengan Polsek Gerokgak yang kemudian meneruskan penanganan kepada Polres Buleleng untuk menyelamatkan seluruh korban.

Ipda I Ketut Yulio Saputra dari Sat Reskrim Polres Buleleng menjelaskan, "Kelima korban disekap selama satu hari, dan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut."

Langkah Selanjutnya dan Penyelidikan

Pihak kepolisian saat ini sedang mendalami penyebab penyekapan serta potensi adanya unsur tindak pidana lainnya. Semua korban telah berhasil diselamatkan dan dalam kondisi baik.

Penyidik berfokus pada pengungkapan bagaimana pelaku dapat menjebak para korban melalui tawaran pekerjaan. Hal ini sangat krusial untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Kasus ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan dan penyekapan.

Baca juga: Unisba dan Unpas Tegaskan Tidak Ada Aparat Masuk Kampus Saat Kericuhan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU