Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 13:55 WIB

Kesalahan Umum Pola Hidup saat Puasa yang Membuat Tubuh Menjadi Lemas

Author

Kesalahan Umum Pola Hidup saat Puasa yang Membuat Tubuh Menjadi Lemas

Saat menjalani ibadah puasa, perubahan pola makan dan hidup seringkali membawa dampak yang tidak diinginkan bagi kesehatan. Banyak orang tidak menyadari kesalahan yang dapat menyebabkan tubuh menjadi lemas dan tidak bertenaga.

Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi

Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap kondisi ini meliputi asupan nutrisi, dehidrasi, dan perubahan dalam rutinitas aktivitas fisik. Pengamatan yang seksama terhadap aspek-aspek ini menjadi krusial untuk mendukung kesehatan selama bulan suci.

Pentingnya Asupan Nutrisi yang Seimbang

Kesalahan utama yang dilakukan banyak orang saat puasa adalah mengabaikan pentingnya asupan nutrisi yang seimbang saat berbuka dan sahur. Pilihan makanan yang tinggi gula dan lemak sering kali mendominasi, sementara sumber protein dan serat yang sehat diabaikan.

Dr. Siti Aminah, seorang ahli gizi, mengingatkan bahwa 'Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat mengakibatkan penurunan energi dan kekuatan fisik.' Kekurangan vitamin dan mineral juga dapat menurunkan daya tahan tubuh, sehingga meningkatkan risiko kelelahan.

Mengatur menu dengan lebih baik dapat membantu memperbaiki energi. Mengintegrasikan berbagai macam makanan bergizi saat berbuka dan sahur penting agar asupan gizi selama bulan puasa seimbang dan memadai.

Baca juga: Memahami Self Love: Langkah Awal Menuju Hubungan yang Sehat

Dampak Dehidrasi Selama Puasa

Dehidrasi selama puasa merupakan masalah serius yang sering kali diabaikan. Konsumsi cairan yang tidak mencukupi antara waktu berbuka dan sahur dapat berpengaruh signifikan terhadap kesehatan.

Banyak orang hanya minum sedikit air saat berbuka tanpa mempertimbangkan kebutuhan cairan mereka selama malam. Dr. Rudi Hartono, seorang dokter umum, menekankan bahwa 'Kekurangan cairan dapat mengakibatkan penurunan fungsi organ dan daya tahan tubuh yang lemah.'

Oleh karena itu, penting untuk mendistribusikan konsumsi air sepanjang malam. Menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dapat membantu mencegah rasa lemas dan kelelahan saat beraktivitas.

Aktivitas Fisik yang Tidak Teratur

Perubahan drastis dalam rutinitas aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap kelemahan fisik selama bulan puasa. Banyak orang cenderung mengurangi aktivitas fisik, padahal tetap beraktivitas secara teratur penting untuk menjaga stamina.

Ahmad Ridwan, seorang pelatih kebugaran, menjelaskan, 'Latihan ringan tetap bisa dilakukan selama puasa, namun perlu memperhatikan jadwalnya agar tidak terlalu berat.' Kegiatan fisik yang bijaksana dapat membantu menjaga metabolisme dan energi tubuh.

Menjadwalkan aktivitas fisik pada waktu yang tepat, seperti setelah berbuka atau sebelum sahur, dapat membantu pria dan wanita merasa lebih energik sejak awal puasa.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Situasi Stabil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU