Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kencan online semakin marak, menawarkan kemudahan dalam menyusun pesan dan profil pengguna. Meski demikian, ahli mengingatkan agar penggunaan teknologi ini tidak mengorbankan keaslian hubungan.
Baca juga: Kritik Terhadap Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru oleh Polisi
Laporan terkini menyoroti pentingnya kejujuran dalam komunikasi, karena ketergantungan pada AI dapat mengaburkan realitas interaksi sosial. Fenomena ini menunjukan tantangan baru dalam membangun koneksi yang otentik di era digital.
Tren Penggunaan AI dalam Kencan Online
AI semakin umum digunakan dalam aplikasi kencan, seperti ChatGPT, untuk merancang pesan yang menarik. Erika Ettin, pelatih kencan dari New York, mencatat bahwa hampir setengah dari kliennya mengaku telah menggunakan AI untuk menyusun pesan.
Ettin juga menekankan pentingnya tidak tergantung pada teknologi ini. "AI jelas menghambat sisi autentik diri Anda. Itu bukan Anda, dan Anda tidak bisa membawa AI ke dalam kencan," ujarnya, menyoroti potensi kesenjangan antara komunikasi virtual dan tatap muka.
Ketergantungan yang berlebihan dapat menyebabkan kekecewaan ketika ekspektasi yang tercipta melalui pesan tidak sejalan dengan kenyataan, menggarisbawahi perlunya kejujuran dalam interaksi.
Baca juga: Tips Menciptakan Kamar Kecil yang Cozy dan Nyaman
Risiko dalam Pesan yang Tidak Autentik
Menurut Shawntres Parks, Ph.D., seorang terapis seks dan pasangan, ketergantungan pada AI dapat menimbulkan masalah. "Masalah muncul ketika pesan terasa tidak autentik atau terkesan menipu karena orang tersebut tidak benar-benar hadir sebagai dirinya sendiri," jelasnya.
Bagi banyak kliennya, pesan yang tersusun rapi sering kali menjadi sumber ketertarikan. Namun, saat bertemu langsung, mereka mengalami kekecewaan akibat perbedaan antara kesan awal dan kenyataan.
Pentingnya kejujuran dalam proses komunikasi menjadi sorotan, di mana niat asli dan kehadiran diri yang nyata adalah kunci untuk membangun hubungan yang kuat.
Panduan Sehat untuk Menggunakan AI dalam Kencan
Para ahli merekomendasikan beberapa langkah untuk menjaga hubungan tetap autentik sambil menggunakan AI. Erika Ettin menyarankan pengguna untuk menciptakan draf pesan sendiri sebelum meminta bantuan AI, agar keaslian tetap terjaga.
Shawntres Parks mengingatkan bahwa komunikasi melalui AI harus menghindari pesan yang genit atau bersifat seksual. "Komputer itu tidak seksi," katanya, menunjukkan batasan AI dalam memahami nuansa romantis yang mendalam.
Ilmuwan perilaku Leslie John juga menekankan bahwa AI sebaiknya digunakan untuk latihan percakapan sebelum berkomunikasi. Hal ini bertujuan membantu pengguna memahami pola komunikasi lebih baik tanpa ketergantungan pada teknologi.
Baca juga: Pemeriksaan Yaqut Cholil Qoumas oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: