Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 20:20 WIB

Menggali Mitos Air Dingin dan Kesehatan Jantung: Pandangan Para Ahli

Author

Menggali Mitos Air Dingin dan Kesehatan Jantung: Pandangan Para Ahli

Penyakit jantung tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, sementara banyak mitos berkembang di masyarakat mengenai pengelolaannya.

Baca juga: ASN DKI Jakarta Kembali Bekerja di Kantor, Gubernur Cabut Instruksi WFH

Salah satu kepercayaan yang beredar adalah bahwa minum air dingin bisa membantu mengatasi penyakit jantung, namun para pakar menegaskan bahwa anggapan ini tidak benar.

Fakta di Balik Mitos Minum Air Dingin

Di tengah tingginya angka kematian akibat penyakit jantung, berbagai mitos tidak berbasis ilmiah sering dipercaya masyarakat. Salah satunya adalah kepercayaan bahwa minum air dingin saat mengalami gangguan jantung dapat memberikan manfaat.

Dr. Yislam Aljaidi, seorang spesialis jantung, menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara konsumsi air dingin dan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, faktor seperti tekanan darah, kadar gula, dan kolesterol lebih berpengaruh terhadap kesehatan jantung.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ karena Tutorial Pembuatan Bom Molotov

Mengidentifikasi Faktor Risiko Utama

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung, yang tidak dipengaruhi oleh jenis air yang diminum. Dr. Yislam mengungkapkan bahwa pentingnya pengelolaan faktor risiko kesehatan harus menjadi fokus utama.

Ia menambahkan, 'Yang berpengaruh adalah gimana kita turunin tekanan darahnya, gimana caranya kita turunin gulanya, gimana kita turunin kolesterolnya.' Ini menunjukkan kembali bahwa mitos-mitos tidak berdasar sering kali mengalihkan perhatian dari tindakan pencegahan yang lebih efektif.

Pentingnya Perubahan Gaya Hidup

Setelah tindakan medis, seperti kateterisasi jantung, pasien perlu mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat. Meskipun tindakan medis telah dilakukan, kebiasaan buruk seperti pola tidur yang buruk dan merokok tetap dapat meningkatkan risiko sumbatan kembali.

Dr. Yislam memperingatkan, 'Sebab, mau dipasang ring bagus sekali pun, kalau habis itu nggak dijaga (pola hidup), malah risiko untuk tersumbat lagi lebih tinggi.' Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mendukung keberhasilan pengobatan.

Baca juga: Tragedi di Lima: Staf KBRI Zetro Leonardo Purba Tewas Ditembak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU