Seorang siswa berinisial ZAAQ dari SMPN 26 Bandung ditemukan meninggal dunia di kawasan bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Baca juga: DPR Hentikan Tunjangan Perumahan, Menjamin Transparansi Anggaran
Pihak sekolah menyatakan duka cita mendalam atas kehilangan sosok ZAAQ yang dikenal baik dan pendiam.
Kronologi Penemuan Jasad
ZAAQ, peserta didik kelas VI, terakhir kali terlihat pada Senin, 9 Februari 2026, mengikuti kegiatan belajar mengajar termasuk pelajaran olahraga.
Setelah pulang dari sekolah, ZAAQ tidak pernah kembali ke rumah, dan pihak keluarga melaporkan kehilangan tersebut kepada sekolah dan polisi.
Pencarian yang dilakukan oleh keluarga dan pihak kepolisian terhambat oleh kurangnya petunjuk hingga akhirnya ditemukan jasadnya pada Jumat, 13 Februari 2026.
Jasad ZAAQ ditemukan oleh seorang warga yang mencium bau menyengat saat sedang membuat konten di lokasi, yang kemudian diinformasikan kepada petugas keamanan.
Identifikasi dan Reaksi Pihak Sekolah
Setelah penemuan jasad, polisi mengonfirmasi bahwa mayat tersebut adalah ZAAQ dan melakukan autopsi di Rumah Sakit Sartika Asih.
Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru: Provokasi atau Pembatasan Hak Asasi?
Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengungkapkan bahwa ZAAQ adalah siswa yang tidak pernah bermasalah dan menunjukkan perilaku baik di sekolah.
Menurut informasi dari Titin, ZAAQ dikenal sebagai anak pendiam dan sangat dekat dengan keluarganya meskipun menghadapi kehilangan ibunya sejak lama.
SMPN 26 Bandung menyatakan bahwa kejadian ini merupakan duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika sekolah.
Penyidikan dan Tindak Lanjut
Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra, mengungkapkan bahwa pihak kepolisian masih mendalami lebih lanjut terkait kematian ZAAQ untuk mengungkap penyebab dan penyelesaian kasusnya.
Penanganan kasus ini juga melibatkan analisis data dan informasi yang didapat selama pencarian dan saat olah tempat kejadian perkara.
Polisi ingin memastikan proses hukum berjalan transparan dan cepat untuk memberikan kepastian kepada keluarga dan masyarakat bahwa peristiwa tersebut ditangani secara serius.
Sementara itu, pihak sekolah dan keluarga berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan meminta semua pihak untuk saling menjaga.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Demo di Jakarta Karena Kondisi Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: